Thursday, October 18, 2012

Zhu Xian Indonesia - Main Line Chapter 38 Deep Abyss Bag. A


Main Line Chapter 38 Deep Abyss A

 Dalam legenda, dunia awalnya gelap. Setelah empat puluh delapan ribu tahun, Pangu memisahkan langit dan bumi, berubah menjadi gunung dan sungai, kemudian setelah empat puluh-delapan ribu tahun, Nuwa menciptakan manusia.

Dalam legenda, ledakan cahaya pertama di dunia, lahir dari kegelapan terdalam.

Shaw Danon merasa tubuhnya kedinginan. Dingin yang membekukan itu tidak hanya dalam tubuhnya, tapi juga hatinya. Rasanya seperti ia akan mati.

Tapi dia tidak takut, tanpa sedikit ketakutan, ia hanya merasakan kelelahan yg tidak pernah ia rasakan sebelumnya, bahkan dia tidak memiliki kekuatan untuk membuka matanya. Seperti tubuhnya dalam kelelahan yg sangat, perlahan-lahan dia mendapatkan kembali kesadarannya.

Rasanya seperti sesuatu yang mengelilinginya, sangat lembut, sangat berhati-hati, tetapi juga sangat dingin, perlahan-lahan menyerap panas tubuhnya, juga membawakan perasaan nyaman khusus dan menyebabkan dia hanya ingin jatuh tertidur seperti ini dengan nyaman.

Jika tidak karena di tangan kanannya muncul kesejukan yg familar, seperti melindungi pemiliknya, Jika bukan karena dia tiba-tiba merasa di tangan kirinya, ia masih memegang tangan, dingin dan lembut.

Dalam kelelahan, ia membuka matanya dengan susah payah.

Itu adalah cahaya dalam kegelapan abadi!

Dalam kegelapan tanpa batas, cahaya muncul sesaat setelah matanya. Itu adalah cahaya putih misterius, melayang naik dan turun dalam kegelapan, dipilin di sekitar Shaw Danon seperti gadis yang paling lembut memeluk kekasih tercintanya.

Itu juga seperti asap putih, agak kosong dan berkabut. Yang secara bertahap berubah menjadi wajah cantik dan berduka disebelah Shaw Danon, yang kemudian mencium bibir pria muda itu.

Pada bibirnya, ada sedikit keharuman, sedikit kegembiraan, dan sisanya adalah dingin!

Sebuah dingin yang bisa membekukan hati seseorang!


Api tiba-tiba bangkit dan cahaya hijau dari tongkat memblokir di depan Shaw Danon. Wajah cantik dari cahaya putih tampaknya takut akan tongkat api dan melayang mundur. Shaw Danon bangkit, terkejut, menjerit: "Nether Spirit!"

Dari cerita rakyat kuno, seseorang akan lahir, hidup, dan mati, hanya jiwanya yg tidak akan hilang. Jiwa akan meninggalkan tubuh kemudian menjelma. Hidup setelah kehidupan, siklus begitu terus. Tapi di dunia, ada roh jahat. Karena dari tiga racun: keinginan, kebencian, kebodohan, dan tiga takut: sifat takut2, agresi, ketakutan, Ada roh-roh yang melihat dan mencintai masa lalu, serta tidak bersedia untuk menjelma kembali, inilah yg disebut "nether spirit".

Nether spirit adalah bagian dari Yin, sehingga mereka secara alami cenderung ke tempat lembab. Forsaken Abyss gelap dan lembab, tidak mengherankan untuk memiliki makhluk seperti nether tersebut. Namun Shaw Danon belum pernah melihat hal seperti itu sebelumnya. Ketika ia masih muda ia mendengar orang dewasa di Desa Grasstemple berbicara tentang hantu, kemudian ia belajar dari Xavion di Puncak Bambu bahwa mereka disebut nether spirit. Dia sedikit agak takut kepada mereka. Sekarang dia melihatnya, dingin terasa seluruh tubuhnya.

Panggilan ini dikeluarkan jauh dari dalam kegelapan. Dalam kegelapan yg membisikkannya, suaranya tampak seperti cahaya. Setelah lama, gema samar keluar kembali. Juga akibat panggilan ini, tampak mengejutkan sesuatu. Dalam kegelapan yg dia dengar, diam-diam mencerah.

Shaw Danon bisa merasakan itu seperti jantungnya tiba-tiba berhenti berdetak. Dia menahan napas, melihat cahaya misterius muncul di kegelapan seperti itu nether spirit.

Kiri, kanan, depan, belakang tersinari, ketika ia mengangkat kepalanya, ia bisa melihat bahkan di atas kepalanya, cahaya muncul. Berkediplah cahaya putih misterius
.

Tak terhitung nether spirit yang terbangun dari tidur panjang. Mereka merasakan kemunculan kehangatan manusia pertama sejak seratus tahun, dan mereka berkumpul di sini.

Cahaya putih yang lembut seperti asap, mengambang disekitar. Mereka berubah menjadi wajah yang berbeda, pria dan wanita, tua dan muda, cantik dan jelek. Dan pada saat itu, hanya ada satu perasaan di mata Shaw Danon ini: Dingin.

Saat ia membayangkan tak terhitung roh nether memburu kepadanya sekaligus, ia menggigil. Tapi untungnya, setelah kejutan berlalu, ia menemukan bahwa nether spirit tampaknya takut pada tongkat api yang berada di depannya. Mereka tidak berani untuk mendekati cahaya hijau dari tongkat api. Tapi sebelum Shaw Danon bisa meredakan diri dari keterkejutan, beberapa roh nether menemukan sesuatu dan pindah ke sisi kiri Shaw Danon.

Shaw Danon terkejut, kemudian berubah pucat. jemari lembut digenggaman tangan kirinya perlahan-lahan berubah dingin. Dia cepat-cepat menarik Anan lebih dekat kepadanya. Dengan cahaya di sekitarnya, ia bisa melihat wajah Anan menjadi benar-benar pucat, tapi napasnya masih normal. Tampaknya dia tidak mendapat cedera luar. Dia lega, melihat sekeliling dan memeriksa lingkungan sekitarnya.

Dia dan Anan berada di tepi air. Karena kegelapan ia tidak bisa melihat ukuran air. Ini bisa saja sebuah kolam kecil, danau besar, atau bahkan lautan legendaris dibawah tanah. Shaw Danon tidak tahu mengapa dia berpikiran seperti ini. Di dalam air, ia bisa merasakan air itu tidak tenang. Gelombang demi gelombang air dengan lembut pergi melewati tubuhnya.

Tapi, air itu benar-benar membekukan tulang!

Shaw Danon dengan susah payah bangkit, dan tidak berencana untuk tinggal di sana. Meski mereka tidak terbunuh oleh nether spirit, mereka mungkin akan mati beku dalam air. Dia berdiri tegak, tapi kemudian kepalanya berbalik pusing, tubuhnya goyah.

Ketika mereka berada diatas sana, punggungnya terluka oleh Boss Nian, Cynical Dialectian dan Liu Gao. Cedera ini tidak ringan. Pada saat yang sama, cahaya hijau api tongkat itu meredup. Dan juga pada saat itu, cahaya misterius nether spirit yang tak terhitung jumlahnya mencerah. Keinginan tak habis2nya muncul di wajah mereka.

Shaw Danon terkejut dan segera fokus. Tongkat cahaya api mencerah lagi dan menahan nether spirit. Dia menyeret Anan ke daratan dengan susah payah. Jarak yang pendek tampaknya menjadi sangat panjang.

Akhirnya, mereka tiba di tanah yang keras. Shaw Danon duduk di tanah, terengah-engah.

Sekitar mereka, tak terhitung jumlah nether spirit sedang berkeliaran di sekitar aura hijau tongkat api.

Shaw Danon menatap cahaya berkeliaran. Dia teringat memori terakhir sebelum ia jatuh pingsan. Dia ingat Anan datang dan meraih tangannya. Dia ingat mereka jatuh ke jurang gelap tak berujung. Dia bahkan samar ingat, sebelum dia pergi sadar, ia mendengar suara Buddist familar berbisik berasal dari atas.

Mungkin Fazzan Shixiong dan yang lainnya tiba.

Shaw Danon berpikir dalam benaknya. Dengan bantuan empat orang lain, selain kultivasi Kevern dan Issa, mereka seharusnya tidak mendapat masalah apapun. Jika tidak ada yang terjadi pada Qi Shixiong, maka Ling'Er Shijie tidak harus patah hati kan?

Tapi, tapi, Shaw Danon juga bertanya pada dirinya sendiri, jika aku mati, akankah Ling'Er Shijie merasa sedih? Mungkin, mungkin ada sedikit kesedihan. Setelah semua yg terjadi, mereka telah hidup bersama selama bertahun-tahun. Dia tahu Shijie, meski tampak tangguh dan cantik sebenarnya juga lembut dan lemah di dalam.

Jika dia mendengar teman masa kecilnya Shaw Danon shidi ternyata mati, dia seharusnya menangis kan? Dia akan merasa sedih kan? Bahkan jika mereka tidak dapat menemukan mayatnya, ia masih akan membuat kuburan untuknya di Puncak Bambu kan?

Tapi berapa kali sigadis akan datang mengunjungi makam di masa depan?

Kalau seperti itu, dia akan menjadi seperti nether spirit, mengingat terus ling er shijie, tidak akan bereinkarnasi, hanya menjaga makamnya dan menunggu bayangan dari ingatannya?

Si pemuda mendesah pelan, tanpa disadari dari dalam kegelapan yang diam!

"Ah..."

Anan  mengeluarkan suara lembut, lalu perlahan-lahan bangun, membuka matanya.

Selama ribuan tahun, ada pertanyaan dari jaman kuno: Jika Anda bangun dari tidur panjang dan dalam, orang pertama yang ingin Anda lihat, siapakah itu?

1 comment:

Anonymous said...

jangan patah semangat suhu, lanjut terus!!!....