Saturday, October 20, 2012

Zhu Xian Indonesia - Main Line Chapter 39 Meet Again Bag. B


Main Line Bab 39 Bertemu Lagi B


Anan menyaksikan nether
spirit mengamuk tetapi tidak berani turun. Sebuah sukacita yang tak terlukiskan naik dalam hatinya. Meskipun mereka masih tidak luput dari bahaya, terasa baik memiliki seseorang di sisinya.


Kemudian, mata mereka mendarat di sosok raksasa di depan mereka. Mereka bisa merasakan bau tengik yang sangat kuat, kemudian, dengan cahaya hantu nether spirit, mereka melihat bentuk itu  adalah Yasho [monster].



Itu adalah yasho raksasa dengan tinggi sekitar dua pria dewasa, berkepala babi dan tubuh anjing, taring tajam, tubuh gelap hitam seluruhnya, rambut yang runcing seperti jarum, mata merah yang dalam kegelapan, seperti Red Devil Eye-nya Felkin Heretic  Boss Nian . (Catatan 1)



Yasho itu berbaring di tanah, terengah-engah. Di bawah bulu kotor hitamnya , tubuh depan sebelah kiri terpotong membuka, tampaknya itu dilakukan oleh Anan. Matanya menatap dua manusia yang terluka itu. Kebencian terpancar keluar dari matanya, seakan ingin menelan mereka segera!



Nether spirit menari di udara, ketika mereka melewati oleh yasho, mereka tidak menyerang. Ini tampak seperti mereka hanya memikirkan bisnis mereka sendiri seperti air sumur tidak pernah bercampur dengan air sungai.



Tubuh Anan yang terluka dan lelah, hampir merasa ingin jatuh dan tidur, tidak perlu lagi berpikir. Tapi setelah beberapa perjuangan , dia masih bertahan, berbisik kepada Shaw Danon: "... Ada nether spirit terlalu banyak dan yasho disini. Kita tidak tahu apa yang akan keluar setelah itu. Ayo pergi saja"



Shaw Danon mengangguk dan setuju. Keduanya melangkah mundur, tapi sayangnya, ketika mereka mengambil langkah, nether spirit ikut mengambil langkah, dan yasho juga tidak membiarkannya pergi, dia mengikuti. Sepanjang waktu ini,  nether spirit takut akan tongkat api Shaw Danon. Yasho Kepala babi juga takut pada keduanya, tetapi tidak mau menyerah.



Anan Dan Shaw Danon sudah terluka. Dalam Forsaken Abyss yang gelap dan lembab, setelah beberapa pertempuran, mereka sudah kelelahan. Jika bukan karena nether spirit dan yasho itu memaksa mereka, keduanya mungkin sudah santai dan tertidur.



Tetapi pada saat ini mereka sedang menghadapi masalah hidup dan mati, tidak tahu darimana datangnya kekuatan dan keberanian di tubuh mereka, yang membantu mereka untuk bertahan sampai sekarang.



Forsaken Abyss ini tidak dikenal di Jalan kebenaran[gol putih]. Secara mengejutkan, ini sangatlah besar. Mereka berjalan untuk waktu yang lama, tapi itu masih saja tanah terbuka. Tidak ada bayangan dinding. Sulit untuk membayangkan bagaimana mereka bisa mendarat sejauh ini ketika mereka jatuh?



Tidak ada waktu luang bagi mereka untuk memikirkan pertanyaan ini. Di mana-mana di depan mereka ada nether spirit yang lapar dan yasho. Hidup dan mati hanya masalah waktu. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Lalu tiba-tiba, Shaw Danon merasa sesuatu kembali menumbuknya dengan keras.



Mereka tidak berani menurunkan penjagaan mereka terhadap yasho dan  nether spirit, sehingga mereka berjalan mundur. Shaw Danon terkejut mereka tiba-tiba menabrak sesuatu. Dia segera berbalik dan untuk mencari tahu, tak terduga  itu adalah sebuah pohon besar, lebih dari tiga pria lebarnya.



Shaw Danon merasa lega, dan mengatakan Anan yang berada di belakangnya: "Tidak apa apa, itu hanya sebuah pohon ---"



Sebelum dia bisa menyelesaikan, Shaw Danon merasa ada objek seperti tali  yang melilit lehernya, kemudian seluruh tubuhnya dibawa ke udara dengan kekuatan penuh.



Anan terkejut, berbalik dan berteriak: "Tree spirit !" (Catatan 2)



Sebatang pohon kesepian di tanah terbuka. Semua cabang-cabang pohon yang tenang bergerak seperti lengan manusia. Obyek yang meraih Shaw Danon adalah salah satu dari cabang-cabang pohon yang tebal. Dalam kegelapan, sosok bergerak dari Tree spirit seperti iblis dari nethers sembilan .



Shaw Danon merasa ranting di lehernya sudah semakin ketat. Dia tidak bisa napas. Anan ingin membantu, tapi ledakan bumi yang mengejutkan datang. The yasho menggunakan kesempatan ini. Dia melompat dan memukul dengan cakar raksasa yang memancarkan cahaya hijau, mungkin mereka beracun.



Anan  tidak punya pilihan tersisa selain menangkis. Dengan kendala seperti ini, ia mencoba beberapa kali untuk menyelamatkan Shaw Danon tapi tidak bisa, dan mendapati dirinya dalam bahaya.



Shaw Danon tertangkap oleh Tree Spirit. Tenggorokannya benar benar kesakitan. Tree Spirit mengeluarkan desisan menakutkan, kemungkinan besar karena kegirangan. Ranting menariknya mundur ke batang pohon. Pada saat yang sama beberapa ranting lagi datang dan mengikat tubuhnya, hanya menyisakan tangannya yang mampu bergerak, selain itu, ia tidak bisa memberikan perlawanan apapun.



Shaw Danon benar benar cemas. Dia memandang Anan dan mendapati gadis itu juga dalam kesulitan. Dia berbalik dan bahkan lebih terkejut lagi. Di batang pohon, mulut besar membuka perlahan-lahan. Menyengat, amis, bau bau menyembur keluar dari mulut itu. Ranting itu membawanya ke mulut Tree spirit.



Shaw Danon gemetar. Dia tidak pernah berpikir suatu hari ia akan menjadi pupuk untuk pohon. Ini cara mati menjijikkan.



Tapi sekarang panah itu sudah pada busurnya, ia semakin dekat dan lebih dekat lagi ke mulut. Bau bauan itu semakin berat. Keringat di dahi Shaw Danon turun seperti hujan.



Dia hampir sampai di mulut. Dia menggunakan kekuatannya yang keluar entah dari mana, dan menggunakan kakinya mendorong batang itu. Tapi sayangnya kekuatan Tree Spirit itu luar biasa kuat. Para ranting menarik beberapa kali, maka Shaw Danon gagal dan tiba dekat dengan mulut.



Bau yang kuat menyambar wajahnya. Tidak tahu berapa banyak kehidupan yang telah dibunuh Tree Spirit . Pada saat saat terakhir Shaw Danon berjuang, mengayunkan tangannya, menggunakan senjata satu-satunya, tongkat api dan menusuk mulut Tree Spirit.



Tongkat api, terutama The Orb, bersinar dengan cahaya hantu hijau.



Tongkat Api asli kusam yang digunakan oleh Shaw Danon untuk menerjang Tree Spirit. Menembus batang Tree Spirit seperti pedang ilahi. Wajah pucat Tree Spirit tiba-tiba membeku.



Shaw Danon sendiri juga kaget. Pada saat yang sama, emosi dan takut naik dalam hatinya.



Perasaan dingin familar melingkari seluruh tubuhnya. Kemudian energi menyegarkan berasal dari tongkat api masuk ke dalam tubuh Shaw Danon saat itu. Sama seperti saat Shaw Danon berperang melawan Jiang Lao San di Gua Fangs.



Shaw Danon tertegun di udara!



Dia menatap kosong pada apa yang terjadi di depannya. Setelah sisetan perkasa, Tree Spirit  ditikam oleh tongkat api jelek, tubuh besar itu layu dengan cepat. Semua ranting dan daunnya seperti terkuras airnya . Mereka kering, meringkuk, dan daun2 berguguran. Setelah deru terakhir dari hidupnya, seluruh pohon runtuh. Kemudian, hilang kehidupannya.



Shaw Danon mendarat di tanah, menatap kosong. Dia tidak perlu menyalurkan energi dan ia jelas tahu manfaat energi yang berasal dari tongkat api. Ini membantunya memperbaiki saluran2 yang rusak.



Dia menatap tongkat api di tangannya, lampu hijau berputar-putar, seperti orang yang selesai makan, tongkat api mengeluarkan cahaya puas. Terutama pada tongkat api, pembuluh darah mencerah dengan warna merah seperti diberi makan dengan darah.



"Dang"  Tongkat api yang mengerikan terlepas dari tangan Shaw Danon dan mendarat di tanah. Memantul dua kali kemudian berhenti.


Catatan 1 : "Shenmo Ziyi -Yasho" Iblis babi bermata merah- berkepala babi, berbadan anjing, berukuran besar, bulu hitam,seperti paku yg keras, mata merah, dapat melihat dalam gelap. Suka makanan busuk, suka tinggal ditempat yg gelap dan lembab

Catatan 2 :"Shenmo Ziyi-Spirit" Roh Pohon -  pohon tua berusia Ribuan tahun, legenda mengatakan menyerap semangat dari langit dan bumi, dan kekuatan roh dari nether, sehingga menjadi roh. Bentuk pohon besar, makan makhluk hidup, rumor mengatakan mereka bisa berjalan dengan bebas.

1 comment:

Anonymous said...

ternyata ada update chapter-39B, ban-ban kamsia suhu...