Sunday, October 21, 2012

“Zhu Xian Indonesia - Main Line Chapter 39 Meet Again Bag. C“


Main Line Bab 39 Bertemu Lagi C

Setelah meninggalkan telapak Shaw Danon, tongkat hitam itu kehilangan kekuatannya, semua cahaya langsung menghilang, kembali ke tongkat hitam normal dan jelek.

Shaw Danon bernapas berat, hanya ada satu gema suara dalam pikirannya: Apa ini, Ada apa ini?

Pada saat itu, jeritan Anan datang. Shaw Danon tersadar. Dia berbalik dan berkata dalam hati , Anan telah diserang oleh  nether spirit
tak terhitung jumlahnya dan Yasho kepala babi. Dia terjatuh ke bawah dengan keras, pakaiannya bernoda merah. Cedera ini tampaknya menjadi parah.

Shaw Danon membuang pikiran dalam benaknya, mengambil tongkat api dan terbang ke Anan.

Di udara, tongkat api tampak tersenyum di tangannya. Cahaya hijau mencerah lagi, menerangi wajahnya.

Di jalan mana Shaw Danon berlalu, tak terhitung nether spirit yg melarikan diri. Dalam sekejap mata, Shaw Danon telah sampai didepan Anan. Namun yasho kepala babi tidak takut tongkat api, dia meraung dan menyerang.

Di bawah tekanan, Shaw Danon merasa khawatir akan Anan. Dia tidak melangkah mundur, dan juga ikut meraung. Disalurkan Art yang telah diajarkan Surin sebelum ia pergi. Tongkat Api  meninggalkan tangannya dan seperti panah menembak, dan diarahkan pada yasho kepala babi.

Yasho kepala Babi melihat itu adalah tongkat hitam kecil. Cakar yang besar berayun, ingin mendorong tongkat ini dan kemudian berpesta dengan dua manusia yg dibencinya tapi juga enak.

Namun ketika kepalannya berayun, rasanya sesuatu telah melewati kepalannya, kemudian sesuatu itu melewati dadanya. Babi kepala yasho kaget dan melihat ke bawah, melihat ada lubang di telapak, di dada ada lubang juga. Seluruh tubuh itu tertembus oleh tongkat api.

"Oink!"

Babi kepala yasho mengeluarkan suara menggerung liar saat jantungnya tertusuk, tubuhnya bergoyang, seperti pilar jatuh, dia jatuh dengan keras di tanah, menimbulkan awan debu. Dia berjuang beberapa kali di tanah, darah hitam keluar dari mulutnya, dan akhirnya berhenti bergerak.

Shaw Danon menangkap Anan dan menemukan seluruh tubuhnya dingin dan sudah pingsan. Tongkat Api telah selesai membunuh kehidupan lainnya, melintas dengan cahaya hijau dan kembali ke tangan Shaw Danon.

Shaw Danon merasa semangat dalam tubuhnya seperti diisi ulang, sebagian besar cedera sudah pulih. Dia memeriksa pernapasan Anan dan menemukannya berjalan semakin cepat. Dia menunduk dan melihat kulit di bahu kiri Anan telah berubah hitam, jelas itu racun.

Shaw Danon cemas, meski dua monster sudah mati, masih ada banyak nether spirit. Tapi saat ia berbalik, ia menemukan roh-roh nether sudah pergi dan kembali ke kegelapan. Shaw Danon terkejut, tapi ini adalah hal yang baik. Dia tidak berpikir banyak tentang hal itu, ia dengan cepat berbalik dan mengurus Anan.

Namun Shaw Danon sebenarnya tidak tahu itu semua berkat "Orb Sinister" pada tongkat api nya. Delapan ratus tahun yang lalu, Tetua Blackheart memperluas kekuasaan "Bloodforger" Felkin, mengejutkan dunia, dan menyiapkan markas Bloodforger di labirin Gua bawah tanah Fangs '.

Tetua Blackheart adalah orang yang kejam. Ketika ia membuat  Sinister Orb ini dia membunuh banyak kehidupan. Banyak dari roh-roh yang berkumpul di Forsaken Abyss, tidak mampu bereinkarnasi.

Mereka semua dibunuh oleh  Sinister Orb. Bahkan saat ini, Sinister Orb telah dikombinasikan dengan tongkat tanpa nama, bentuknya berubah, energi setan telah tertutup. Tapi ketika Shaw Danon menyalurkan sihir, energi setan Sinister Orb muncul. Roh-roh nether pergi ketakutan dan berpikir tetua Blackheart telah hidup kembali.

Shaw Danon perlahan meletakkan Anan kembali ke tanah. Ragu-ragu sejenak, melihat luka yang sudah kembali, dia mendesah.

Ini tampak seperti kegelapan abadi telah menjadi tenang, kembali ke keheningan.

Shaw Danon merasa sedikit pusing, tapi ketika melihat tidak ada lagi kabut hitam di wajah Anan, dia lega.

Dia diam-diam duduk, melindungi gadis yg belum sadar itu.

Cahaya hijau dari tongkat api menutupinya.

Di mana-mana tenang!

Tenang!

Bahkan tidak ada suara serangga. Dalam Forsaken Abyss, di samping nether spirit dan yasho, tidak ada makhluk hidup.

Namun, pada saat itu, Shaw Danon tiba-tiba mendengar langkah kaki datang.

Langkah kaki di kegelapan itu lembut dan harmonis, tetapi untuk Shaw Danon, itu seperti guntur musim semi. Dia berdiri dan berbalik ke arah darimana langkah kaki itu datang, dan memegang tongkat apinya erat-erat.

Dalam kegelapan, ada cahaya bergerak. Kemudian, seorang gadis muncul dibalik cahaya. Dia mengenakan gaun hijau, sepasang alis tipis dan mata cantik, kulit putih batu giok yang lebih putih dari salju dan es. Dengan semangat seperti pesona dari kegelapan, dia memiliki jiwa yang menyentuh, keindahan yg bikin canggung.

Shaw Danon membuka mulutnya lebar-lebar, terkejut dan tidak bisa berkata apa-apa. Gadis itu adalah wanita gaun hijau muda yang ia temui di Sunstream City Shanhai Yuan.

1 comment:

Anonymous said...

Hebat, kamsia suhu atas lanjutannya, ditunggu lagi yg berikutnya...