Monday, October 22, 2012

Zhu Xian Indonesia - Main Line Chapter 40 Abyssal Viper Bag. A

Main Line Bab 40 Abyssal Viper A

Gadis muda itu juga sedang melihat Shaw Danon dan Anan yg blm tersadar. Dia tidak berharap akan bertemu manusia di sini, dia terkejut juga.

Kemudian ia mengenali Shaw Danon. Dia terkejut, setelah ketakjub an melintas di wajahnya, dia tersenyum.

"Dunia benar2 kecil, kita bertemu lagi!" Dia seperti bakung mekar dalam kegelapan, anggun berjalan kepada mereka.

Shaw Danon bangkit dan berdiri di depan Anan. Setelah semua yg terjadi, orang yang datang ke Forsaken Abyss dimana nether spirit dan yasho hidup pasti bukanlah manusia normal.

Wanita muda itu semakin dekat. Shaw Danon melihat bunga putih di antara jari-jari tangan kanannya. Itu bersinar dengan cahaya putih samar, menyalakan tanah di sekelilingnya. Mungkin semacam spesies langka.

Namun Shaw Danon tidak punya waktu luang untuk peduli tentang bunga. Meskipun ia waspada terhadap gadis aneh, tapi bagaimanapun melihatnya dalam kesepian Forsaken Abyss yg gelap, dia merasa sedikit nyaman.

"Halo." Shaw Danon ingin mengatakan beberapa kata ucapan, tetapi hanya kata ini yang keluar.

Gadis muda menatapnya, tersenyum: "Bukankah kamu Jadeon Shaw Danon petualang Zhang? Mengapa Anda datang ke tempat hantu?
Ini bukan tempat dimana kalian harus pergi?."

Shaw Danon terkejut, mengatakan: "Bagaimana Anda tahu saya dari Jadeon?"Bahwa gadis muda tersenyum dan tidak menjawab.Shaw Danon mengerutkan kening, merasa gadis itu tidak biasa. Ketika ia merenungkan, gadis itu tertawa pelan: "Bolehkah saya bertanya  petualang Zhang, berapa lama Anda telah di sini, sudah menemukan "Gua Blooddrop" belum?"

Shaw Danon terkejut, dan bertanya: "Apa? Gua Blooddrop?"

Gadis itu mendengus, senyum di wajahnya hilang, tapi nadanya masih tetap tenang: "petualang Zhang, Anda berpura-pura menjadi konyol. Anda disebut orang baik, jika bukan karena benda dalam Gua Blooddrop, mengapa anda datang ke tempat yang gelap dan kotor ini? "

Shaw Danon bingung. Tapi dia mengerti bahwa ada Gua Blooddrop, dan mungkin ada hal penting di sana. Tapi dia tidak mendengar Guru dan Kepala nya Shibo menyebutkan hal itu. Tapi apa yang ia pikirkan bukanlah ini, dia memahami maksud dari kata-kata gadis ini, katanya dalam nada rendah: "Kau bilang "jalan kebenaran" kami munafik? siapa kau?"

Gadis itu menjentikkan gaun hijau nya, kemudian menarik busur di udara dengan bunganya. Cahaya putih muncul beberapa saat dalam kegelapan sebelum perlahan-lahan hilang.

"Saya, bukanlah felkin sesat yg paling Anda benci ?" Dia tersenyum iblis.

Hati shaw Danon itu berjengit, tiba-tiba muncul perasaan kecewa. Tapi ide itu hanya sekejap, tidak meninggalkan sesuatu dalam hatinya. Ia mendengus, kemudian berjaga-jaga.

Ketika ia masuk Jadeon, ia diajarkan oleh semua tetua tentang bagaimana masalah orang sesat Felkin , kejam dan tanpa hukum. Aturan Jadeon yang melarang mereka untuk memiliki hubungan dengan Felkin. Mereka adalah musuh tak terdamaikan.

Tapi gadis yang tampaknya tidak membenci mereka, tidak memiliki maksud untuk melawan. Matanya mengintip di balik Shaw Danon, lalu tiba-tiba tersenyum: "Apakah kakak itu bangun?"

Shaw Danon berbalik dan melihat Anan bergerak sedikit. Bibirnya bergerak dan matanya perlahan terbuka. Shaw Danon senang, mengatakan: "Anda bangun!"

Tapi kecemasan muncul di wajah Anan, berjuang untuk berkata: "Hati-hati -"

Shaw Danon tidak bereaksi, ia sudah membaui aroma mengelilinginya. Cahaya putih berkelebat, bunga putih muncul di depan matanya.

Dalam kegelapan, di bawah Forsaken Abyss, di mana Anda dapat menemukan bunga? Shaw Danon terkejut, melangkah mundur. Bunga melayang di udara, seperti tersenyum dan mengangguk kepadanya. Hanya pada saat itu, bunga berantakan. Kelopak putih bersih bersinar dengan cahaya hijau hantu dan terbang ke arahnya.

Meski tidak tahu gadis ini memiliki latar belakang Felkin, hanya dengan melihat bunga itu sendiri, ia bisa merasakan sesuatu yang salah. Shaw Danon diserang tiba-tiba. Dia terburu-buru. Dia mengambil beberapa langkah mundur, mengangkat tongkat api dan membela diri. Kelopak bunga tertangkis ketika mereka menyentuh cahaya hijau dari tongkat api, tapi beberapa terbang melewati dan hampir melukai Shaw Danon.

Shaw Danon mengutuk licik pada sisesat Felkin dalam hatinya. Kata-kata Gurunya, Shi niang, Shixiongs benar, tanpa kesalahan sedikitpun. Tapi ketika ia melihat kembali, ia melihat gadis itu terbang ke arah Anan.

Shaw Danon terkejut. Setelah Anan terluka parah, dia tidak punya kekuatan untuk melawan. Dan ia sendiri jaraknya lebih jauh. Dia segera melambaikan tangannya, mendorong tongkat pertama, dan mengarahkannya pada gadis gaun hijau.

Mendengar angin menusuk, gadis gaun hijau tersenyum, melambaikan tangan kanannya. Seperti cahaya, semua kelopak terbang kembali dan berkumpul di tunas. Bunga bersinar dengan cahaya putih samar meluncur. Cahaya putih menyentuh cahaya hijau dari tongkat api. Mereka terkunci di udara, setelah beberapa saat, tampak seperti tidak ada yang menang, mereka terbang kembali ke pemiliknya.

Dalam kegelapan, tiba-tiba ada teriakan terkejut keluar.Pada kesempatan ini, Shaw Danon menangkap tongkat api dan dengan cepat pergi ke samping Anan, berdiri di depannya, tidak akan membiarkan sisesat Felkin untuk macam macam lagi.

Tapi "licik" sesat itu tiba-tiba berhenti, tidak maju, dan membiarkan Shaw Danon kembali ke sisi Anan itu. Dia menatap Shaw Danon dengan sorot kejut di matanya.

Dia awalnya berpikir bahwa "Heartrending Flower"  di tangannya sudah cukup untuk menghentikan Shaw Danon. Namun di luar dugaan, ketika "Heartrending Flower" berhadapan dengan tongkat api di udara, awalnya ia bisa menggunakan tongkat api sebagai jalan mempengaruhi Shaw Danon dengan aromanya, namun aroma itu terblokir, dan menjadi bumerang pada dirinya, itu yg menyebabkan dia terkejut.

2 comments:

Anonymous said...

asik banget bacanya, thank's suheng atas translatenya, semangat!!!!

yanto arisdiyanto said...

goodjob ... salut atas usahanya... semngat terus