Friday, October 26, 2012

“Zhu Xian Indonesia - Main Line Chapter 41 Dead End Bag. B“


Main Line Chapter 41 Jalan Buntu B
 Rasanya seperti jurang terhampar di depannya. Shaw Danon meringkuk dan menutupi kepala, dan menumbuk di atasnya.

"Bang!"

Batu tersebar, bintang-bintang beterbangan. Seluruh tubuh Shaw Danon terkejut, kemudian darah yang memenuhi mulutnya termuntahkan  keluar. Saat itu, ia merasa seperti tubuhnya telah terpisah. Jika bukan karena dia dilindungi dengan baik oleh Fuwa dan Dagos Incanation , dia bisa mati.

Meskipun terlindungi, tetap saja ia tidak merasa baik. Seluruh tubuhnya berhenti di dinding, dan jatuh merosot dengan lemah. Dalam perjalanan ia merasa beberapa kali terhantam pada dinding keras . Di antara suara tabrakan, rasa nyeri menghancurkan seluruh tubuhnya. Dia tidak tahu berapa banyak tulang yang patah, dia pikir tidak satu bagianpun dari tubuhnya akan berakhir lengkap.

Setelah tabrakan berikutnya, Shaw Danon hampir menutup semua harapannya, tapi kemudian cahaya hijau lemah keluar dari tongkat api di depan dadanya,  terlihat kabur bayangan hitam di bawahnya, tampak seperti pohon tua tumbuh di tebing.

Pada saat kritis, meskipun ia tidak bisa membayangkan apa mungkin ada pohon tumbuh di dinding tebing di tempat seperti Forsaken Abyss, ia reflek mengulurkan tangannya dan meraih pohon tua itu.

Kecepatan jatuhnya lebih cepat, tapi dalam sekejap mata, ia berhasil meraih pohon tua.

Saat ia menangkapnya, itu tidak merasa dingin seperti dinding, tapi sedikit hangat. Tapi kekuatan jatuhnya terlalu kuat, dan pohon tua itu tidak berakar dengan baik. Meskipun Shaw Danon meraih batang pohon, tetapi pohon bergetar hebat. Setelah beberapa ayunan, pohon dan Shaw Danon jatuh.

Pada saat ia jatuh, hati Shaw Danon tenggelam. Jantung itu seperti jatuh ke dalam jurang. Tubuhnya masih jatuh, namun karena jeda itu, kecepatan melambat. Setelah dentuman keras, ia jatuh di tanah dan pingsan.

Setelah beberapa lama, Shaw Danon perlahan-lahan bangun. Sebelum ia bisa membuka matanya, ia merasakan nyeri di seluruh tubuhnya, seperti hancur berantakan semuanya. Tapi karena ia bisa merasakan sakit, berarti dia masih hidup. Hatinya merasa ini tidak terlalu buruk.

Dia membuka matanya, apa yang dilihatnya mengejutkannya.

Saat ini, ia berada di tempat yang tertutup dan lembab, kemungkinan besar gua. Itu sekitar dua laki-laki tingginya, tetapi hanya sepuluh kaki lebarnya, sangat sempit. Tiap sisinya semua batu dingin dan keras. Itu hampir mirip dengan tebing. Jika ini bukan bagian dalam tebing, itu pasti mendekati tebing.

Tapi batu di gua tampaknya memiliki beberapa jenis barang bersinar. Tidak besar tapi banyak. Mereka mengeluarkan sinar cahaya lembut, mencerahkan gua.

Shaw Danon menatap lekat-lekat gua. Salah satu ujungnya adalah tumpukan batu, memblokir
semua jalan. Sebuah ujung memanjang lebih jauh, tapi kemudian ada belokan, ia tidak bisa melihat apa yang ada setelahnya.

Ia tertegun di tanah, maka ia memutuskan untuk bangun. Tapi ketika tubuhnya bergerak, tangan kirinya mendorong ke tanah, seluruh tubuhnya mendadak dipenuhi dengan rasa sakit yang parah. Dia menangis: "Ah!" Tubuhnya gemetar, tangan kirinya terasa paling sakit.

"Hmph!" Sebuah dengusan dingin tiba-tiba keluar dari dalam gua. Shaw Danon terkejut, ia memutar kepalanya dan seorang wanita keluar dari balik tersebut. Gaun hijau dan wajah cantik, bukankah itu  sisesat muda Felkin?

Mereka terlibat dalam konfrontasi belum lama ini. Sekarang Shaw Danon tiba-tiba melihat ada orang dari Felkin, ia mengangkat tongkat api dan khawatir. Dia lupa rasa sakit di tubuhnya.

Bilu memelototinya, tapi dia tidak punya niat untuk melawan. Dia tampak kehilangan, seperti dia tak punya semangat. Dia tidak sabar berkata: "Oke, oke, melihat wajah konyol Anda, beberapa tulang Anda sudah rusak, Anda masih punya semangat tinggi seperti ini?!"

Shaw Danon mengerutkan kening, tapi melihat Bilu tidak berniat untuk melawan, meskipun canggung, tapi dia perlahan-lahan menurunkan tongkat api nya. Setelah dia santai, segera rasa sakit datang kembali. Dia tidak bisa menahan, rintihan kesakitan keluar lagi.

Bilu memandang wajah aneh pemuda benar, dia tidak bisa menahan geli. Perasaannya sedikit melunak, tapi setelah tertawa, dia mendesah panjang dengan penuh kesedihan.


Shaw Danon mendengus. Dia ditertawakan oleh seorang gadis muda dan itu memalukan, ia berkata dengan marah: "Apa yang kau tertawakan?"

Bilu menatapnya, dan mengatakan: "Saya menertawakan Anda."

Shaw Danon menyadari bahwa dia berbicara secara langsung, seperti anak kecil, memalukan. Kemarahan bangkit dalam dirinya, ia berkata: "Apa yang lucu, coba kita lihat bagaimana kalau Anda yg mengalaminya?"

Wajah Bilu berubah dan hendak memberi anak nakal dan bodoh ini pelajaran, tapi kemudian ia menahan diri, dan mendesah: "Kita tidak akan bisa hidup lama, apa gunanya berdebat dengan Anda?"

Shaw Danon seperti diingatkan, tapi setelah ia mendengar apa yang dikatakan gadis itu, dia kaget dan bertanya: "Apa yang Anda katakan?"

Bilu menatapnya, dan mengatakan: "Ini adalah sebuah gua, tidak bisakah Anda lihat?"

Shaw Danon mengatakan: "Ya Lalu apa!?"

Bilu mendengus, yang menunjuk ke tumpukan batu: "Ini adalah satu-satunya jalan keluar, sekarang telah terkubur oleh bebatuan. Pergi dan coba terobos itu!."

Mulut shaw Danon terkunci. Dia memandang bebatuan, melihat itu terblokir ketat, tanpa celah sedikitpun. Dia tahu kekuatannya sendiri. Jika itu memerangi musuh, tongkat api dan kultivasinya masih ada gunanya, tetapi jika menggali gunung seperti Gong Yu (Catatan 1), itu bukan spesialisasinya.

Kaget sejenak, kemudian ia tiba-tiba teringat pertanyaan penting. Dia segera memutar kepalanya dan bertanya: " Aku ingat aku jatuh di tanah setelah saya menabrak dinding tebing. Bagaimana saya dapat berakhir di gua ini"

Bilu berkata ringan: "Saya menyeretmu ke sini."

"Apa?" Shaw Danon marah lagi.

Bilu menatapnya, mengatakan: "Aku mendarat tidak jauh dari tempat Anda pingsan dan melihat Anda. Abyssal Viper  sedang mengejar kita, aku mengangkat kepalaku dan melihat tempat di mana Anda menarik lepas pohon tua itu ada sebuah gua ... Ada cahaya keluar darinya. Gua itu tidak besar, jadi saya bersembunyi di sana. Sebelum aku pergi, aku merasa kasihan kepada Anda jadi aku menolong Anda, bodoh.! "

Shaw Danon mengerutkan kening: "Kenapa pintu masuk terblokir?"

Bilu mengangkat bahu, dengan tampilan malang di wajahnya, dia mengatakan: "Abyssal Viper tidak bisa masuk. Kemarahan memuncak, ekornya menghantam dinding, maka setengah dari gunung runtuh, mengubur tempat ini, kita terkubur.."

Shaw Danon menatapnya selama beberapa saat, kemudian ragu mengatakan: "Benarkah?"

Kemarahan meningkat di wajah Bilu, maka dia mengambil sebuah batu besar dan melemparkannya padanya, mengatakan: " Apakah aku berbohong kepada Anda?!! Aku seharusnya membiarkan kau mati saja !!"
################ SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA ################

1 comment:

Anonymous said...

semakin penasaran bacanya, lanjut suheng, semoga amalnya di Hari Raya Idul Adha ini berlipat ganda...aminnn