Wednesday, October 31, 2012

“Zhu Xian Indonesia - Main Line Chapter 43 Libruis Bag. A“


Main Line Bab 43 Libruis A

Bilu bersujud tiga kali dengan serius dan tulus, kemudian dia bangkit dan menatap Shaw Danon, dan melihat Shaw Danon sedang membuang pandangan dan berdiri diam. Dia mengerutkan dahi, tapi dia tidak banyak bicara, dan berkata ringan: " Mari kita pergi!"

Ketika mereka berjalan ke terowongan ini, di awal awal Shaw Danon memiliki perasaan positif tentang gadis ini. Namun, ketika ia melihat dua patung jahat, hal itu mengingatkannya akan perbedaan faksi dan ajaran dari para tetua. Wajahnya dingin, sedikit mengangguk, dan mengatakan: "Oke"

Bilu menatapnya, kemudian berjalan lebih ke dalam terowongan. Shaw Danon mengikuti di belakangnya. Kali ini tidak butuh waktu lama. Mereka segera tiba di daerah yang luas, tetapi tidak tertata seperti ruang batu. Itu sebuah gua yang penuh dengan batu gamping. Batu gamping yg aneh dan berwarna-warni. Dibelakang mereka berdua, ada papan batu besar. Sepuluh karakter dengan indah terukir:
 天地 不仁, 以 万物 为 刍 狗!

Masing-masing karakter besarnya sekitar setengah ukuran manusia. Tulisannya kuno, dengan kekuatan yang kuat, dan terbang melintasi papan seperti naga, seperti menantang angin dan keluar hidup-hidup.

Pada awalnya itu bukan apa-apa, tapi setelah Shaw Danon menatapnya sejenak, tiba-tiba ia merasa pusing. Dia tidak bisa menahan diri kecuali mengambil langkah mundur.

Dia terkejut, dan cepat-cepat menarik dirinya bersama-sama. Karakter masih diam di papan, tidak bergerak, tapi semangat itu mengejutkannya.

Sementara Shaw Danon masih kaget, Bilu sudah berjalan melewati papan batu dan pergi lebih dalam ke dalam gua, sehingga ia lalu mengikuti. Melewati papan batu, di balik itu, semua macam batu gamping tersebar di mana-mana. Mereka berjalan di antara hutan batu untuk sementara waktu, tiba-tiba Bilu berhenti dan tersentak.

Pada saat yang sama, Shaw Danon menemukan tongkat api, yang digunakan untuk memperbaiki lengannya, telah bersinar dengan cahaya yang aneh. Terutama bola pada tongkat api, bersinar dengan lampu hijau yang abnormal. Tapi kali ini itu terlihat lembut, seperti bertemu teman lama yang tidak bertemu untuk waktu yang lama, bersama dengan hilangnya pemikiran dan nostalgia.

Shaw Danon penasaran memandang ke depan. Matanya melewati Bilu dan melihat apa yang mengejutkan Bilu: ada dinding batu halus. Pada kedua sisi dinding, ada sebuah terowongan yang mengarah ke tempat yang tidak diketahui. Sebelum dinding, ada mimbar batu biru dengan kerangka dengan tenang duduk di atasnya.

Bola pada tongkat api bersinar cahaya hijau lembut menyapa kerangka itu.

Bilu berada di depannya. Dia tidak melihat ekspresi aneh Shaw Danon dan perubahan tongkat api. Setelah terkejut, dia segera tenang.

Bilu jelas jelas Felkin , bagaimana dia bisa takut pada tengkorak. Dia melangkah maju, memandang itu dengan hati-hati, tetapi tidak menemukan sesuatu yang mengejutkan. Dia berbalik dan tersenyum pada Shaw Danon: "Mungkin ini adalah Tetua Blackheart yang telah mengejutkan dunia delapan ratus tahun yang lalu!"

Shaw Danon dasarnya tidak memiliki perasaan positif terhadap orang Felkin. Ia mendengus dan berkata: "Bukankah kita terburu-buru dan mencari jalan keluar?"

Bilu memicingkan matanya. Dia menekuk bibirnya, mengatakan: "pergi temukan saja sendiri"

Shaw Danon terkejut. Ia mendengus, meskipun ia agak sedikit malas, tapi ia masih berbalik dan memasuki terowongan kiri.

Setelah beberapa langkah, ia menggelengkan kepalanya, berpikir mengapa ia bisa kehabisan kesabaran terhadap gadis Felkin begitu mudah. Hanya hal kecil bisa menimbulkan reaksi yang begitu besar. Mungkin di matanya, dia menertawakannya.

Tapi pemikiran tinggal pemikiran. Karena ia mengambil langkah itu maka tidak mungkin untuk kembali. Setelah beberapa langkah, ia tidak mendengar apa-apa lagi di belakangnya. Sepertinya Bilu tidak mengikutinya. Shaw Danon sedikit kecewa entah bagaimana, tapi kemudian ia memarahi dirinya sendiri "Tak Berguna".  

Dia menarik dirinya bersama-sama, maka hati-hati berjalan lebih dalam ke terowongan. Terowongan itu tidak berbeda dari yang lain, hanya lebih gelap dan lebih menakutkan. Itu hampir benar-benar gelap bila lebih masuk kedalam. Jalannya juga kelihatan lebih panjang. Dia tidak bisa mengerti bagaimana Bloodforger mampu memulai proyek sebesar ini.

Setelah berjalan beberapa saat, Shaw Danon tiba-tiba menemukan terowongan depan mencerah perlahan-lahan. Dia mempercepat langkahnya. Cahaya lembut di ujung jalan itu sangat jelas, seperti tangan lembut menggoda rakyat.

Shaw Danon mengambil napas dalam-dalam dan melangkah menuju cahaya.

Bilu menyaksikan sosok Shaw Danon menghilang ke dalam terowongan. Dia kaget. Wajahnya gelap. Ayahnya punya posisi yang tinggi dan orang berpengaruh dalam Felkin. Sejak muda, dia seperti seorang putri, tidak ada yang berani untuk tidak mematuhi dirinya.

Tapi sekarang dalam situasi tanpa harapan seperti itu, dia bertemu dengan seorang pria, bertemperamen tidak baik dari golongan putih. Tidak mungkin dia tidak akan marah.

Namun, ketika Shaw Danon masih di Gunung Jadeon, dia adalah seorang pemuda yang ramah. Tapi alasan mengapa dia selalu bertentangan dengan Bilu, di samping perbedaan faksi, dia tidak bisa menemukan alasan lain.

Tentunya Bilu tidak tahu apa-apa tentang hal itu, tapi ia memang melihat Shaw Danon beberapa kali. Hatinya tidak senang tentang itu. Tapi mereka berdua berada dalam situasi tanpa harapan, itu tidak baik untuk mengajari anak nakal ini, jadi dia mendengus, dia mencatat ini dalam hatinya. Namun membuat Bilu memaksa dirinya untuk mengikuti Shaw Danon, itu tidak mungkin.

Dia tidak merenungkan lagi, lansung berbalik, berjalan ke terowongan di sisi kanan.

Hanya beberapa langkah, Bilu bisa merasa jalan ini tidak jauh berbeda dari terowongan lainnya, tetapi benda-benda bercahaya di sisi dinding kurang jumlahnya, menyebabkan terowongan menjadi lebih gelap.

Untungnya, jalan ini tidak lama. Bilu segera mencapai akhir, dan melangkah ke ruang batu.

Itu ruang
batu ukuran medium . Satu sisi, ada banyak rak. Di sisi lain, ada tumpukan barang tak berguna. Sebagian besar merupakan senjata seperti pisau, tombak pedang, dan lain sebagainya. Mereka semua rusak. Ada kapak tergeletak di atas. Berkarat seluruhnya. Sedikit besar. Tampaknya masih utuh. Terlihat seperti kapak itu seluruhnya terbuat dari baja.

Bilu tidak tertarik akan hal itu, lalu berjalan ke rak. Setelah melihat sekilas, kegembiraan muncul di wajahnya, tetapi kemudian berubah menjadi kekecewaan

Ada keterangan untuk masing2 benda. Meskipun beberapa karakter sudah berubah kabur dan beberapa hampir tidak dibaca, tapi itu sulit untuk menolak kegairahan saat ia membacanya. Mereka seperti: "Lima Gunung tombak", "Rope Lunar", "penindik Jantan" dan lain-lain.

Bilu dibesarkan di Felkin, ayahnya adalah seorang jenius yang memiliki pengetahuan dari masa lalu sampai sekarang, dia pasti tahu mereka esper mana yang terbaik dari yang terbaik dalam Felkin. Mengapa ia tidak senang? Tapi sayangnya ada label saja, tetapi tidak ada item pada esper, hanya meninggalkannya kekecewaan.

Dia mendesah, tapi dia masih memiliki harapan dan terus melihat box, tapi mereka semua kosong. Mungkin langit tidak akan mengecewakan orang yang menjaga harapan mereka, dia akhirnya menemukan masih ada kotak baja kecil di box terakhir. Tapi tidak ada labelnya, jadi dia tidak tahu apa yang ada di sana.

Bilu senang, dengan hati-hati dia mengambil kotak. Itu lumayan berat. Dia menggoyangkannya pelan, tapi tidak ada suara yang keluar.

1 comment:

Anonymous said...

semakin menarik bacanya, lanjut suhu!!!