Sunday, October 14, 2012

Zhu Xian - Main Line Chapter 35 Heretics Bag. B

Main Line Bab 35 Heretics B
 Jalan ini semakin sempit. Batuan di sisinya runcing. Shaw Danon hampir saja teriris. Satu-satunya hal yang tetap sama adalah kegelapan abadi. Di sini, tampak tidak pernah ada kecerahan sebelumnya.

Keempat Jadeons tidak dalam suasana hati enak untuk berbicara. Terutama Kevern, yang menempatkan semua pikirannya ke dalam persiapan akan bahaya yg tidak diketahui.

Perjalanan ini, juga butuh waktu lama. Shaw Danon meragukan bahkan jika mereka benar-benar bertemu dengan beberapa Heretic Felkin  dan bersiul panjang, dapatkah Fazzan Shixiong mendengarnya? itu masalah lagi.

Pada saat itu, perubahan mendadak terjadi. Dalam kegelapan mematikan, ada tangisan hantu. Sangat keras dan mengejutkan.

Empat orang terkejut. Kevern hendak mengingatkan mereka, tubuhnya terkejut. Cahaya cerah yang berbeda dalam kegelapan di sekitar mereka, dan menyerang aura Union Cermin ini pada saat yang sama.

Kekuatan itu begitu kuat sehingga Union Cermin terguncang. Tubuh Kevern ikut terkejut, ia tidak bisa berbicara. Dia dengan cepat fokus dan mendukung aura.

Tangisan hantu semakin keras, menyebabkan mereka merasa pusing. Issa, Anan, dan Shaw Danon melindungi Kevern di tengah. Sinar Yang tak terhitung menyerang kembali kearah Cermin Union. Mereka berbalik dan menyerang lagi. Dalam kegelapan, tidak diketahui jumlah musuh yang bersembunyi dan mengendalikan esper.

Wajah Kevern pucat. Tangannya memegang tanda incanation dengan ketat. Meskipun di bawah serangan dari esper, Cermin Uni tetap teguh. Aura bertambah cerah. Hanya sesaat Jadeons merasa lega, Shaw Danon tiba-tiba merasa tanah bergetar.

Dia tidak bereaksi, Issa sudah berteriak: "Hati-hati, di bawah kaki-ada...."

Dia belum selesai, ledakan besar menutupi semua suara. Mereka merasa tanah bergetar, dan kekuatan besar keluar dari bumi. Tanah adalah merekah dan para Jadeons jatuh ke arah yang berbeda. Union Cermin bisa melindungi sekitarnya, tapi tidak bisa melindungi bawah kaki. Auranya menghilang. Cermin kembali terbang ke arah Kevern.

Lengkingan dari cahaya esper itu seperti tertawa, diarahkan pada empat orang yang terpisah.

Shaw Danon berdiri depan sedikit, sehingga ia jatuh ke depan ketika tekanan dari tanah mendorong kakinya. Tapi lama waktu kultivasi di Jadeon memungkinkan dia untuk segera melepaskan tongkat api. Kesejukan familiar disirkulasikan melalui tubuhnya. "Tongkat Api" mengeluarkan cahaya hijau lembut dan menghadapi sinar yang datang dari belakang.


Sesaat kemudian, sinar merah gelap yang pertama tiba. Shaw Danon bisa mencium bau darah. Itu menjijikkan. Dia segera menahan napas dan mendorong tongkat api. Cahaya hijau cerah menghentikan sinar merah gelap. Di bawah cahaya sinar hijau, sinar merah gelap tampak redup.

Dari tempat yang tidak diketahui dalam kegelapan, tiba-tiba seseorang berseru.

Pada saat yang sama, satu abu-abu dan satu cahaya kuning juga menyerang tongkat api. Dengan cahayanya, Shaw Danon bisa melihat cahaya merah gelap adalah sebuah trisula merah gelap, ditutupi dengan noda darah. Sinar kuning adalah pedang tiga meter. Sinar abu-abu adalah, binatang aneh fang raksasa!

Tubuh shaw Danon itu masih di udara, tapi pada dasarnya kokoh. Tetapi mendapat pukulan dari tiga esper sekaligus, meskipun ada "tongkat api" menghalangi untuk dia, kekuatan yang kuat mendorongnya kembali. Dia tidak bisa mengendalikan tubuhnya dan mendarat keras di dinding. Setengah dari tubuhnya melesak ke dinding. Menerbangan batu ke mana-mana.

Shaw Danon bisa melihat bintang-bintang di matanya. Rasa sakit di punggung menyerang ke dalam hatinya. Tapi dia mengerti ini masalah hidup dan mati, dia menggertakkan gigi dan memamerkan rasa sakit. Dia merosot ke tanah. Tiga benda mematikan di udara berbalik dan menyerang Shaw Danon lagi.

Dalam kegelapan, di manakah orang-orang yang mengendalikan esper?

Shaw Danon membuat tanda incanation, dan tongkat api bertabrakan dengan pedang kuning dan binatang fang. Mereka tertahan kembali. Shaw Danon cepat jatuh ke depan dan menghindar. Trisula merah gelap memukul dinding di belakangnya, membuat lubang besar di dinding batu.

Fang abu-abu kembali lagi. Menyerang dia dari atas. Taring dingin sangat terlihat dalam kegelapan. Shaw Danon tidak bisa membayangkan konsekuensinya jika esper aneh itu mengenai dirinya.

Shaw Danon mengertakkan giginya. Kedua tangannya menarik garis di udara. Tongkat api mengikuti pikirannya, dan memblokir fang. Sebuah garis retak muncul di fang.

Dari jauh, ada jeritan, tampak seperti pemilik esper itu sedih dan terkejut.

Shaw Danon tidak punya waktu untuk merasakan kenikmatan perasaan itu, karena pedang kuning tiba di depannya dalam sekejap. Shaw Danon tidak bisa langsung bereaksi. Dia berteriak, melayang dan menyatu ke dalam cahaya hijau dari tongkat api.

Pedang kuning tidak memberinya istirahat. Dia berbalik dan menyerangnya dari bawah kakinya. Fang dari atas, pedang dari bawah. Shaw Danon sedikit gemetar. Dia meringkukkan dirinya dan menggumamkan incanation. Cahaya hijau tongkat api mencerah dan menutupi dia.

Dua ledakan keras hampir terjadi pada waktu bersamaan dari atas dan bawah Shaw Danon. Dua esper 'musuh kembali ke pemiliknya. Tongkat Api mengguncang di udara. Hati shaw Danon nyaris berhenti. Dia hampir memiliki ilusi dan berpikir bahwa tongkat api itu berubah menjadi potongan-potongan.

Tapi untungnya, meskipun tongkat api nya jelek, bahan itu benar2 kerast, bahkan tidak mendapatkan goresan sedikitpun. Pedang dan fang di sisi lain, cahaya mereka redup, tampak seperti mereka rusak. Tapi tongkat api yg menerima pukulan keras tersebut, menyebabkan cahaya yang melindungi Shaw Danon menghilang.

Tepat ketika Shaw Danon hendak mengambil kembali tongkat api, tiba-tiba rasa sakit yang tajam keluar dari bahunya. Setengah dari tubuhnya melemah. Otaknya kosong. Dia menunduk dan melihat trisula kecil menikam di bahunya. Darah terus keluar.

Trisula merah gelap telah menyelinap menyerangnya dan melukai dirinya sementara Shaw Danon lengah.

Shaw Danon melihat warna merah gelap trisula bertambah terang, itu seperti darah yg terbangun. Shaw Danon mengerang, dia awalnya berencana untuk mengambil trisula. Tapi noda darah berubah gelap di trisula, sebuah bayangan bangkit dari trisula, kemudian melekat erat ke punggung Shaw Danon.

Pemilik trisula hidup dalam esper ini.

Shaw Danon merasa pusing. Dia tidak memiliki kekuatan untuk melepaskan sisesat dari punggungnya. Selain nyeri, ada juga perasaan melumpuhkan dari luka itu. Trisula itu kemungkinan besar beracun. Dia tidak bisa melihat wajah Sisesat itu, tapi ia bisa melihat tangan yang menyambar dibahunya. Terlihat kering, kurus dan bau.

Dari jauh, ada tertawa liar. Dan dari belakangnya, suara jahat datang: "Jadeon nakal, kamu yang meminta itu, Sekarang berikan darah segar Anda!."

Shaw Danon tidak punya waktu untuk memahami perkataannya, tapi ia bisa memahami melalui tindakannya. Si sesat dalam bayangan membuka mulutnya dan menggigit di sisi kiri leher Shaw Danon, dan mengisap darahnya. Pada saat yang sama, trisula merah gelap menjadi terang, ia tampaknya juga meminum darah.

Shaw Danon benar2 takut. Semua darah terasa menuju ke tenggorokannya. Tubuhnya terasa ringan. Kekuatan tubuhnya perlahan menghilang. Dia bahkan tidak bisa menahan tongkat api. Tongkat api jatuh dari udara.

Adegan ini, kelihatan seperti dia kembali ke waktu lampau, hari di lembah kuno.

Itu mimpi buruk!

Tongkat api jatuh dari atas kepalanya dan mendarat di depannya. Membiarkan cahaya hijau lembut keluar, seperti memanggil sesuatu. Shaw Danon meraihnya, dan merasa rasa sejuk di tongkat api mengamuk, seperti marah.

Darahnya terus mengalir keluar, dan diminum oleh Sisesat. Shaw Danon tidak bisa lagi mendengar suara apapun. Dia menggunakan seluruh kekuatan yang tersisa, seperti binatang terpojok, dia menikam sisesat dengan tongkat api nya.

Tongkat api tidak tajam, tetapi menikam daging seperti menusuk tahu.

Sisesat terguncang, dan berhenti mengisap darah. Dia menatap Shaw Danon dengan sorot tidak percaya. Shaw Danon juga menatapnya.

Itu seperti tawa dingin iblis neraka, tapi itu juga seperti denyut jantung seseorang dalam kegelapan. Tangan shaw Danon yang memegang tongkat api bisa merasakan gelombang demi gelombang denyut jantung. Seperti pergerakan darah, dan juga seperti sorakan iblis.

Trisula merah gelap telah menggelap. Di belakang mereka, kegelapan tak berujung datang.

Sesaat kegelapan menelan Shaw Danon dan sisesat itu, Setengah sadar, Shaw Danon melihat adegan yang tidak akan pernah dia lupakan selama hidupnya.

Wajah sesat itu awalnya keriput, tapi sehat, telah menjadi mumi, daging kering, berbaring di tulang.

Saat berikutnya, kegelapan mengelilinginya.

Kehilangan telah kembali. Energi tak berujung berasal dari tongkat api, masuk ke dalam tubuh Shaw Danon.

Shaw Danon kembali sadar, tapi ia terkejut. Bahunya masih terasa sakit, tapi kekuatan tak dikenal melingkupi darah beku tersebut. Tapi pemuda ini tidak menyadari hal itu. Hanya ada satu ide dalam benaknya:

Apa yang saya lakukan? Apa yang telah saya lakukan?

No comments: