Monday, October 15, 2012

Zhu Xian Indonesia - Main Line Chapter 36 Strange Eye Bag. B

Main Line Chapter 36 Strange Eye B
'mata aneh'

 Mereka telah mengikat Kevern dan Issa sementara, tapi masih ada seorang wanita cantik pedang biru. Anak Keras kepala di belakang mereka terluka, tapi ia jelas sangat aneh. Jika keduanya menyerang sekaligus, situasi tidak akan baik. Setelah dua putaran, Anan berhasil melukai beberapa pengikut Felkin lain, hanya ketika gadis itu mengalihkan perhatiannya kepada mereka, Cynical Dialectian berteriak: "Lari!"

Si pria tinggi sedang memikirkan hal yang sama, dan menarik kembali espernya. Kemudian, mereka berubah menjadi dua cahaya dan melarikan diri masuk lebih dalam ke gua. Para pengikut Felkin melihat ini, mereka berteriak dan lari ke semua arah.

Kevern memutuskan dengan cepat, dan berteriak: "Kejar dua orang itu" Lalu ia menerbangan pedangnya dan mengejar mereka. Issa segera mengikuti. Cahaya biru Anan yang mencerah, hanya ketika hendak ikut mengejar, ia teringat sesuatu dan berbalik kemudian melihat Shaw Danon terbang dengan tongkat api hijau terang. Darah di seluruh bahunya, tapi trisula merah gelap sudah ditarik keluar.

Shaw Danon terbang ke depan. Anan melihat sosoknya, kaget sejenak, kemudian ia mengikuti.

Pengejaran di gua itu sedikit mirip dengan hari ketika Shaw Danon dan Hidi mengejar Ash di bukit belakang Bamboo Peak. Jalan berputar-putar. Tiba-tiba berbelok ke kiri, tiba-tiba berbelok ke kanan, dan tiba-tiba naik, tiba-tiba turun. Kemudian ada persimpangan lain, tapi empat Jadeons tidak banyak khawatir. Mereka hanya mengejar cahaya kuning dan abu-abu.

Batu gua benar2 tajam. Dia mengikuti dengan ketat teman2nya dan fokus mengendalikan tongkat api. Beberapa tempat sangat sempit sehingga hanya memungkinkan satu orang untuk lewat pada satu waktu. Shaw Danon tidak punya waktu untuk khawatir. Dia lolos dalam waktu satu detik. Enam cahaya berkejaran di kegelapan. Kecepatannya benar2 mengejutkan. Shaw Danon merasakan kegelapan dan angin kencang yang berpadu bersama-sama.

Kejar2an ini berlangsung selama setengah jam.Cynical Dialectian dan temannya mendapat keuntungan, karena mereka familar dengan bentuk guanya. Meskipun mereka tidak bisa meninggalkan empat orang mengganggu, tetapi setidaknya mereka tidak membiarkannya mengejar terlalu dekat.

Tiba-tiba, seberkas cahaya muncul di depan mereka. Cynical Dialectian dan pria tinggi segera menggunakan kekuatan penuh untuk terbang ke arah cahaya. Kevern dan lain-lain masih mengejar. Shaw Danon mengikuti di belakang mereka. Dia bisa merasakan nyeri di bahunya perlahan-lahan pergi. Dia membiarkan rasa sakit dan terus bertahan saja, bahkan dirinya sendiri terkejut. Bahunya terluka, tapi ada energi yang tak ada habisnya tersalur kedalam tubuhnya. Ketika ia ingat adegan itu, dan teringat kata "vampir" yg Cynical Dialectian katakan, hatinya dingin, membeku sampai ke sumsum.

Cahaya terlihat di depan. Semakin dekat dan dekat, terang dan cerah. Keenam orang itu seperti panah menembak, bergegas ke sumber cahaya.

※ ※ ※

Kecerahan seperti bunga setan bersemi dalam kegelapan, membutaan mata mereka. Shaw Danon mengikuti yg lain melompat ke arah cahaya. Apa yang ada di depan mereka mengejutkan mereka.

Tempat terakhir mereka berada adalah sebuah terowongan yang luas dan lurus. Pada bagian luar terowongan itu ternyata daerah yang luar biasa besar. Bagian atas gua itu sekitar seribu kaki di atas kepala mereka, sementara dasarnya seratus kaki di bawah kaki mereka. Tidak jauh di tanah depan, ada batu besar bersinar dengan cahaya yang kuat, menyinari seluruh tempat.

Tapi yang paling mengejutkan bukan batu itu, tapi dibalik batu itu. Disana ada jurang besar. Batu itu telah menyinari hingga puncak gua, tetapi tidak sedikitpun bisa menerangi jurang. Melihatnya dari udara, itu ditutupi oleh kegelapan. Bahkan sisi lain dari jurang tidak bisa dilihat, hanya terlihat mengerikan, kegelapan yg jahat.

Ada tiga orang yang berdiri di depan batu besar. Salah satunya adalah pria besar berjenggot. Yang lain adalah seorang wanita muda sedikit cantik. Yang terakhir adalah pemuda pucat pakaian putih. Cynical Dialectian  dan pria tinggi mendarat di samping mereka, berdiri di depan batu besar. Kevern melihat semua orang dari mereka berwajah aneh. Dia tidak berani gegabah. Dia menginstruksikan yg lain untuk mendarat lima puluh meter dari batu besar.

Shaw Danon berdiri di sana dan melihat tiga karakter besar yang terukir pada batu besar:

Forsaken Abyss!
 Keempat Jadeons mendarat. Orang-orang di depan batu besar tidak bergerak. Hanya orang raksasa dilapisi tepung roti mengerutkan dahi dan berkata: "Cynical, Liu Gao, kalian berdua benar2 menyedihkan. Menghadapi beberapa anak Jadeon, dan kalian berdua menjadi memalukan seperti ini, malah membawa mereka ke sini.!"

Cynical Dialectian memerah, hendak berdebat, wanita usia menengah yang berdiri di belakang pria besar memandang mereka, lalu berteriak: "Di mana Jiang Lao San?"

Cynical memandang ke arah Jadeon, mengatakan: "Meninggal di bawah tangan mereka."

"Apa?" Orang-orang terurut mundur, tampak seperti mereka tidak mengharapkan Kulitivasi orang Jadeon ada yg cukup kuat untuk membunuh Jiang Lao San. Wanita itu terkejut, menggelengkan kepala, mengatakan: "Kami tidak akan mampu memberinya jawaban yang baik jika Tetua Vampire bertanya kepada kami tentang hal itu"

Si pria berjanggut merenungkan sejenak, lalu menatap Jadeon tersebut, mulutnya bergumam: "Jadi kita harus menangkap mereka para Jadeon muda, dan memberikannya kepada Tetua Vampire, itu pasti berhasil...."

Yang lain mengangguk. Kevern melihat bahwa mereka begitu percaya diri, ia harus lebih berhati-hati. Dia berbisik ke tiga lainnya di belakangnya: "tampaknya orang-orang ini seperti bos dari Felkin Saya takut kultivasi mereka lebih tinggi daripada dua org yg sudah kita labrak. Setiap orang perlu berhati-hati..."

Shaw Danon menjawab, kemudian ia berbalik dan tiba-tiba menemukan bahwa mata Anan menyapu luka di bahunya. Dia terkejut sedikit. Anan mengalihkan matanya ke tempat lain.

Orang-orang besar melangkah maju, berkata kepada Jadeons: ". Aku sarankan kalian semua menyerah sekarang dan menghindari  hancurnya tulang yg menyakitkan dan pasti menderita bila kita bertarung"

Kevern mendengus, sebelum ia berkata apa-apa, Anan berkata dingin: "Felkin pengecut, berani2nya berkoar begitu liar, hari ini adalah tanggal bagi kalian untuk mati."

Kevern dan Issa bertepuk tangan, mereka mengatakan: "Bagus Lu Simei, tepat!"

Wajah pria besar berubah dingin, mengatakan: "Anda yg meminta untuk itu!"

Lalu ia memelototi empat orang. Shaw Danon sedang bersiap-siap, dan tiba-tiba melihat mata kanan pria besar telah membesar, berubah menjadi merah. Mata besar itu menakutkan tapi lucu.

Tepat ketika ia penasaran, mata besar pria menembakkan sinar merah. Para Jadeons melihat tampilan yang aneh, mereka sudah siap. Kevern segera memanggil es beku dan membentuk dua lapisan dinding es.

Tetapi energi jahat dari balok merah menabrak dinding es dan mencairkan sebuah lubang dan melewati hanya dalam detik. Kemudian berlari kearah mereka tanpa suara.

Kevern terkejut, ia segera mengangkat es beku dan memblokir di depan semua orang. Sinar merah menabrak pedang es beku dan menghilang dalam cahaya putih dari pedang. Tapi tubuh Kevern sudah menggigil. Dia menatap pedang es beku nya. Pedang putih awalnya bersalju kini memiliki titik kecil berwarna merah tua.

Pedang Es beku gemetar, tampak seperti diserang oleh benda jahat. Hati Kevern sedih. Sebagai seorang kultivator, esper itu sangat penting. Tapi saat itu tidak memungkinkan Kevern untuk berpikir terlalu panjang. Hanya ketika sinar merah hilang, dari mata merah raksasa melesat sinar merah lainnya. Ketika menabrak dinding es, melelehkan lubang, melewatinya tanpa suara dan menyerang empat orang.

Kevern mengerutkan dahi. Pedang es beku memblokir lagi. Sinar merah menghilang tetapi pedang Es Beku bertambah satu tanda merah lagi.

Orang-orang besar tidak mengatakan apa-apa. Mata raksasa merah terus menembakan balok merah seperti panah dalam kecepatan sangat cepat. Kevern memblokir mereka semua, tapi tanda merah gelap semakin berat. Cahaya putih Es beku juga meredup.

Tiga lainnya melihat itu tidak akan baik. Issa adalah yang pertama bergegas keluar, dan memanggil esper nya "Xuanyuan" dan ingin menyerang dari samping. Tapi pria raksasa itu hanya sedikit memalingkan kepalanya dan menembak keluar sinar merah ke arahnya dengan mata merah raksasa. Issa tidak menghindar cukup cepat. Dia menggunakan pedang Xuanyuan untuk memblokir sinar merah aneh.

Di udara, Xuanyuan pedang bersinar dengan cahaya ungu lembut. Sinar merah segera menghilang. Tapi di pedang, ada tanda merah. Pedang Xuanyuan  segera gemetar.

Issa bisa merasakan energi jahat yang berasal dari pedang dan mencoba untuk menyerang tubuhnya. Tapi untungnya ia berdiri jauh, kekuatan itu tidak terlalu kuat. Energi Suci dari pedang Xuanyuan bangkit dan menutupi energi jahat.

Tapi ia tidak bisa lagi mendapatkan lebih. Orang-orang besar berdiri di sana, santai dan hanya perlu untuk mengubah kepalanya untuk membiarkan mata raksasa merah untuk mengirimkan sinar merah untuk menjaga Issa dan Kevern tetap di tempat asal mereka. Dan karena ada tanda merah lebih merah, dua orang itu bisa merasakan energi jahat itu semakin berat. Ia menggunakan pedang sebagai media dan perlahan-lahan menyerang tubuh mereka.

2 comments:

Anonymous said...

Wew...mantap gan..

Anonymous said...

tetap semangat suheng!!!! lanjutkan...