Friday, November 02, 2012

“Zhu Xian Indonesia - Main Line Chapter 44 Golden Bell Bag. A“


Last Chapter dari Jalur Utama
Main Line Bab 44 Lonceng Emas  A
 Bilu kaget, kemudian membacanya lebih cermat lagi. Penulisan empat barisnya lebih teliti, perbedaan yang besar dibandingkan Liburis di ruang batu. Ini tampaknya sebuah karya orang lain.

Dari makna tulisan tersebut, tampak seperti sebuah kata pahit dari seorang wanita yg sedang tergila-gila oleh cinta. Itu aneh, bagaimana hal seperti itu muncul di  "Gua Blooddrop" Felkin yang sakral ini.

Dia berpikir untuk waktu yang lama tapi tidak bisa menemukan jawabannya. Dia menggelengkan kepalanya, menyerah. Ketika dia berbalik, dia terkejut melihat Shaw Danon sudah keluar dari ruang batu tanpa suara, berdiri di belakangnya. Ekspresinya aneh. Seperti berduka, seperti terkejut, dan juga seperti bingung. Dia mengerutkan kening erat erat, otot tegang, agak mengerikan.

Bilu terkejut dan berteriak "Ah", ia melangkah mundur. Lonceng halus lembut bergetar di pinggangnya, mengeluarkan suara ding-dong yang jelas dan menyenangkan, menggema di dalam gua.

Shaw Danon mendengar bel. Tubuhnya terkejut, rasanya seperti tiba-tiba terbangun. Emosi berubah menjadi santai, namun digantikan oleh macam2 teka teki.

Dia merenungkan tentang monumen Liburis dalam ruang batu, kemudian tongkat api yg bersinar seperti terbangun dari tidur. Perasaan dingin es menyebar ke seluruh tubuhnya. Setelah itu, ia berjalan di sini tanpa sadar, sampai ia akhirnya melihat kerangka hancur.

Shaw Danon memandang tongkat api yang terikat pada lengan kirinya. Itu masih bersinar dengan cahaya hijau lembut ke arah tengkorak yg jatuh, seperti mengasihani seorang teman lama.

Shaw Danon tidak tahu mengapa ia dapat memiliki pikiran seperti itu, tapi melihat kerangka itu, ada juga kesedihan di hatinya. Meskipun ia jelas tahu orang yang meninggal di sini seharusnya adalah orang penting Felkin Bloodforger, mungkin Tetua Blackheart seperti yg Bilu bilang, ia tetap merasa bersahabat dengan kerangka itu.

Cahaya tongkat api redup, kembali ke hitam jelek. Shaw Danon masih melihat kerangka itu, kemudian, di bawah tatapan mata Bilu, ia perlahan-lahan berjalan ke sana.

Bilu mendengus, kemudian berdiri di depannya, tersenyum dingin:.. "Meskipun saya tidak suka pada manusia blackheart tua, dan juga kita dari cabang yang berbeda, Tapi kita semua adalah murid faksi Kudus, kita semua membuat sumpah sebelum Ibu Nether dan Surga Vidyaraja. Jika Anda ingin melakukan apa pun yg tidak sopan kepada mayat ini, saya tidak akan membiarkan hal itu "

Shaw Danon menatapnya, mengatakan: "Dia sekarang hancur berkeping-keping, terima kasih untuk Anda!"

Bilu memerah, namun kata-katanya tidak membuatnya melangkah mundur, ia berkata tegas: "Saya akan bertobat kepada ibu dan vidyaraja, tapi saya tidak pernah akan membiarkan Anda melakukan apa pun!"

Shaw Danon menatapnya, tiba-tiba berkata: "Aku tidak berniat untuk itu."

Bilu kaget, melihat shaw danon sangat tenang, tidak ada tanda-tanda kebencian. Dia merasa bahwa anak Jadeon ini jauh berbeda dari orang-orang saleh yang sarat dengan keadilan dan kebajikan. Pada saat ia ragu-ragu, Shaw Danon berjalan melewatinya. Dia berhenti sejenak, lalu berbalik dan menatapnya.

Shaw Danon berjalan di depan kerangka. Lama waktu berlalu, tulang pucat itu bersinar dengan warna hijau muda. Karena pukulan berat dari Bilu, tulang bawah dada semuanya hancur berantakan, hanya tengkoraknya sajalah yg tetap baik-baik saja. Tengkoraknya mendarat di atas tumpukan tulang. Mata cekungnya menatap Shaw Danon.

Shaw Danon menggigil. Dia merasa jiwa itu masih di sana, menatapnya. Tapi dia masih tetap saja pergi ke sana, dan perlahan-lahan menarik tulang yg tersebar ke dalam tumpukan. Dingin keluar dari tulang, ia tidak merasa takut.

Rasanya seperti seorang teman lama!

Shaw Danon merasa lega, seperti apa yg seharusnya dia lakukan dan membuatnya mampu untuk bersantai. Itu aneh, tapi dia benar-benar memiliki perasaan itu. Dia berpikir: tongkat api ini terlalu aneh. Jika saya keluar hidup-hidup, saya harus bertanya tentang hal itu pada Master.

Dia selesai. Saat ia hendak bangkit, ia melihat di tempat di mana kerangka duduk, karenanya ia memindahkan tulang, ada tulisan di sana. Dia berkata "hah".

Bilu dengan dingin menonton Shaw Danon melakukan hal yang aneh. Dia tiba-tiba mendengar Shaw Danon menemukan sesuatu. Dia penasaran, jadi dia pergi ke sana dan melihat-lihat. Ada juga beberapa jalur tertulis di sana.

Hatinya menderita, sulit untuk kembali,
 
penyesalan terlambat, tidak bisa bersama-sama. 
Sinister salah paham pada golden bell,
Seluruh hidup selalu .......
 Pada baris keempat, tulisannya menjadi seperti tidak berdaya, terutama pada karakter ketiga "selalu", itu tidak terbaca, hampir tidak terbaca. Pada akhirnya, itu hanya berupa garis, dan berhenti. Menunjukkan orang itu sekarat dan tidak lagi mampu untuk melanjutkan.

Dalam gua, Shaw Danon dan Bilu berada dalam diam. Mereka bisa merasakan ada kisah sedih dalam dua tulisan. Seorang wanita dengan hati yang patah dan menyesali kematian si lelaki.

Shaw Danon sedang melamun. Meskipun ia tidak pernah melihat pecinta yg tak dikenal itu, ia merasakan kesedihan sedikit setelah melihat tulisan dari seribu tahun yang lalu.

Di sisi lain, Bilu mengerutkan dahi erat. Matanya menatap garis, mulut bergumam: "Sinister salah paham golden bell, Sinister salah paham golden bell ...... golden bell ...Ah benar!, Jingling!?!"

Dia memikirkan sesuatu dan bersorak. Shaw Danon terkejut. Dia bertanya: "lonceng emas apa?"

Bilu bersemangat, dan penuh dengan sukacita, mengatakan: "Ini adalah Lady Jingling, Anda tidak tahu?!"

Shaw Danon menggeleng membingungkan. Bilu mendengus, memelototinya, lalu dengan gembira berkata: ".. Lady Jingling adalah tokoh penting dari faksi Kudus kami ribu tahun yang lalu. Dia sangat2 cerdas, sangat tinggi kultivasinya, dan sepenuhnya memahami Liburis naskah suci kita . Dia membangun "Lupin" seorang diri di faksi Kudus. Dia adalah sosok wanita top di faksi kami! "

Shaw Danon kehilangan minat di dalamnya. Menurut dia, hal itu tampak seperti Lady Jingling adalah orang yang sangat berkuasa ribuan tahun lalu di Felkin. Tetapi ketika ia mendengar bahwa ia menemukan disebutnya cabang "Lupin", ia tahu bahwa wanita tua itu bukan orang yang baik. Bilu tampaknya benar-benar mengagumi Lady Jingling.

Shaw Danon mendengus, tidak menjawab kepadanya. Lalu ia berbalik dan membetulkan kerangka karena mereka menggesernya demi membaca tulisan tersebut. Ada ide yang aneh muncul dalam benaknya: 

Tampak sepertinya Anda juga termasuk orang yang tergila-gila, mungkin mati karena wanita itu!

Tentu saja orang mati tidak bisa menjawab. Itu hanya pemikiran Shaw Danon. Dia merasa lebih ramah terhadap kerangka.

Bilu bahagia dan berbicara pada dirinya sendiri: "Tak bisa dipercaya Lady Jingling memiliki perasaan terhadap Blackheart Penatua sialan itu. Hmph, pasti situa blackheart  yg mengkhianatinya. Laki2 tak punya hati, harusnya terbunuh tersambar petir! Lebih baik mati..!!"

"Omong kosong!" Shaw Danon tiba-tiba berteriak.

Bilu tertegun. Setelah beberapa saat menatapnya, ia berkata ingin tahu: "Apa yang Anda katakan?"

Shaw Danon menyadari itu tidak benar. Dia dari Golongan Benar, tetapi malah membantu membela pembunuh buas dari Felkin delapan ratus tahun yang lalu. Jika master Jadeon mendengarnya, maka akan mengakibatkan hukuman berat. Tapi dia tidak tahu mengapa dia membiarkan hal itu keluar dari mulutnya. Sekarang ia ditanya oleh Bilu, ia tidak bisa menemukan jawaban.

Bilu menatapnya aneh, kemudian ia tiba-tiba teringat satu hal dan melupakan Shaw Danon. Dia mengambil bel emas terikat ke pinggang, sangat gembira, ia tertawa keras: "Ah Bukankah ini 'Lupin Bell' Lady Jingling!!" Lalu ia cepat membalik lonceng emas dan melihat ke dalam. Ada tiga karakter kecil.


Lupin Bell!


 Shaw Danon melihat Bilu sangat senang dan hampir mati karena tertawa, ternyata dia telah memperoleh esper kuat secara kebetulan. Dia tidak nyaman. Dia berkata dingin: "Anda menemukan pintu keluar belum?"

Yang Ada hanya lonceng kecil di matanya, dia menjawab santai: "Tidak!"

Shaw Danon memalingkan wajah, ringan mengatakan: "Jadi Anda lebih baik mati dengan lonceng emas di gua ini"
 

1 comment:

Anonymous said...

ditunggu terus lanjutannya suhu....