Wednesday, November 14, 2012

“Zhu Xian Indonesia - Part V - Chapter 3 - Scholar Bag. A “

 
Bagian 5 Bab 3 Cendekia A
 
Shaw Danon terbangun, tapi langit sudah gelap. Mereka mungkin sudah tidur selama lima atau enam jam (Di Cina, satu jam sebenarnya sama dengan dua jam, ada total dua belas jam, setiap jam dinamai dengan dua belas Zodiak). Bilu masih belum bangun. Kedua tangannya menggenggam pakaian Shaw Danon erat erat. Dia tampak benar-benar seperti anak kecil yang ketakutan, Siapa yg menyangka dia sebenarnya adalah orang penting dalam Felkin!

Shaw Danon melipat tangannya di bawah kepalanya, mendengarkan hutan menari-nari tertiup angin. Tiba-tiba, ia berpikir tentang Gunung Jadeon Bamboo Peak, apakah hutan bambu juga membuat  suara sejenis?

Aku teresat di Gua Fangs hari ini. Berita ini mungkin sudah sampai ke puncak Bambu. Akankah Ling'Er Shijie merasa sedih setelah dia mendengar ini? Tapi, jika saya tiba-tiba muncul di depannya, pasti dia akan senang, dan pasti, dia akan memegang tangan saya, sangat gembira, tertawa : "bocah nakal , aku tahu kau tidak bisa mati begitu mudah!"

Di wajahnya, di bawah kegelapan malam, senyumnya muncul. Matanya begitu cerah bahkan di malam hari. Tapi dia tidak melihat, di sampingnya, ada sepasang mata cerah lain mengawasinya.

※ ※ ※

Itu pagi lagi. Lagu menyenangkan dari burung berkicau di antara pegunungan.

Shaw Danon pergi ke sungai, kemudian menggunakan tangannya mengangkat air dan memercikan ke wajahnya. Perasaan kesejukan menelusup ke dalam hatinya. Dia melihat lengan kirinya, melepas perban, tulang patahnya hampir pulih. Dengan gembira ditaruhnya tongkat api di pinggangnya, kemudian mencoba menggerakkan lengan kirinya, tidak ada masalah.

"Lengan Anda pulih?" Bilu keluar dari belakang, menatapnya, kemudian berlutut dan mencuci wajahnya dengan air.

"Ya." Shaw Danon berkata gembira , "Tidak ada masalah, tidak membengkak atau terluka."

Bilu menggunakan lengan bajunya dengan lembut menghapus air dari wajahnya, dan mengatakan: "Tapi jangan bergerak terlalu banyak, lebih baik beristirahat untuk jangka waktu lama."

"Mengerti." Shaw Danon menjawab santai, kemudian ia berpaling ke Bilu, ragu-ragu sejenak, lalu berkata: "Nona Bilu, kita cukup beruntung untuk melarikan diri dari gunung hidup hidup, Anda dan saya bisa---bisa memanggil teman2 kita, tapi kita masih berada di jalan berbeda, kita sebaiknya berpisah di sini. "

Bilu berlutut di samping air, tidak bangkit, tapi tubuhnya bergetar. Shaw Danon tidak bisa melihat wajahnya, setelah beberapa saat, ia mendengar dia berkata dengan suara berat: "Oh, jalan yang berbeda"

Shaw Danon mengangguk: "Ya, saya lurus dan Anda Felkins. Sejak muda, orang tua saya mengajarkan Baik dan Jahat tidak dapat hidup berdampingan. Kali ini kita bertemu, kita mungkin bukan teman tapi musuh. Anda menyelamatkan saya dalam gunung, aku... sangat menghargai itu, rasa terimakasih ini, di masa depan jika nasib memungkinkan, aku akan melunasinya.. "

Bilu menatap refleksi kabur di air jernih, diam-diam bergumam: "melunasinya ..."

Shaw Danon menjawab: "Ya, kebaikan dan kebencian harusnya dilihat secara terpisah. Jika bukan karena Anda menyelamatkan saya, saya tidak akan pernah selamat. Di masa depan, jika anda butuh saya, saya akan membantu..."
Lalu ia tiba-tiba pikir itu tidak tepat, sehingga ia cepat-cepat menambahkan: ". Tapi Anda tidak bisa membuat saya melakukan hal-hal yang mengkhianati faksi saya dan moralitas"

Bilu tiba-tiba bangkit, berpaling kepadanya dan berkata:. "Saya dapat melihat bahwa Anda memiliki bakat. Bagaimana jika bergabung dengan faksi Suci? Saya akan merekomendasikan Anda pada ayah. Dia senior yang selalu suka orang-orang berbakat. Dia akan menempatkan Anda di posisi tinggi, lebih baik... daripada menjadi seorang koki tanpa nama di Puncak Bambu. "

Wajah shaw Danon meredup, dan mengatakan:.. "Nona Bilu, jangan konyol. Saya dari jalur Lurus dan tidak akan pernah masuk ke Felkin meski diancam dengan kematian. Dari apa yang saya pikirkan, menjadi koki kecil di puncak bambu jauh lebih baik daripada menjadi orang kuat di Felkin. "

Bilu menunjukkan senyum dingin, nadanya telah berubah menggigit dan dingin : "Kebenaran. Dosa-dosa orang Benar Anda tidak kurang dari kita orang Felkin. Selama pertempuran antara Baik dan Jahat,  nenek moyang Anda membunuh setiap apa yg mereka lihat. , tak peduli tua dan imuda! "

"Omong kosong!" Kemarahan meningkat di Shaw Danon, "Perbuatan itu adalah apa yang Felkin Anda lakukan . Apakah Anda pikir saya tidak tahu.. Anda orang membunuh orang lain tanpa melihat hukum, menghancurkan kehidupan ......"

Bilu mengatakan dengan marah: "Apakah Anda melihat bahwa itu terjadi dengan mata Anda sendiri? Mereka adalah apa yang orang tua Anda katakan. Demi keegoisan mereka sendiri, bagaimana mereka dapat mengatakan yang sebenarnya??."

Shaw Danon tertawa dingin: "Dan apakah dirimu melihat dengan mata Anda sendiri? Anda mengatakan Jalur lurus jahat, Felkin baik, tapi bukankah itu juga kata-kata tetua Anda yg disematkan bagi leluhur Anda?!"

Bilu terkejut, tidak bisa mengatakan apa-apa. Shaw Danon menatapnya, mengingat hari-hari ketika mereka pergi melalui masa sulit bersama-sama, hatinya melunak, merendahkan suaranya, dan berkata pelan: "Nona Bilu, tidak peduli apa yang mereka lakukan, jangan repot-repot dengan itu. Tapi Jadeon kami memiliki aturan ketat, murid dilarang untuk berhubungan dengan Felkins. Saya Jadeon, saya tidak bisa mengingkari itu. Hari ini kita. mengucapkan selamat tinggal di sini. Ketika nasib memungkinkan kita untuk bertemu lagi, jika Anda dapat bertobat, membuang gelap dan bergabung dengan keadilan, saya Shaw Danon akan menggunakan hidup saya untuk memastikan bahwa Anda dapat bergabung dengan kebenaran ...... " 
Dia berbicara masuk akal, tapi kemudian ia berhenti, Bilu tertawa dingin dengan jijik:

"Sampah kebenaranmu, saya tidak akan pergi ke sana, bahkan jika Anda mengundang saya, dan memberitahu saya untuk membuang gelap dan bergabung dengan keadilan. Kuberikan padamu jalan cerah dan Anda menolak, maka pergilah dengan Kebenaran Anda. Di masa depan jika kita bertemu. lagi, saya akan menjadi orang pertama yang mengambil kepalamu. "

Shaw Danon terkejut dengan kecepatan bagaimana wanita itu mengubah sikapnya, lebih cepat daripada membuka buku. Tapi dia tidak punya hati untuk berdebat, terutama untuk Bilu, ia selalu merasa berutang padanya. Dia memberi hormat, mengatakan: "Berhati-hatilah." Kemudian dia berbalik, berjalan pergi tanpa melihat ke belakang.

Bilu mengawasinya berjalan pergi tanpa menoleh kembali sekalipun. Setelah Shaw danon menghilang di hutan, seketika, hatinya telah menjadi kosong, seperti dia telah kehilangan sesuatu yang penting. Jiwanya kering, dan dia perlahan-lahan duduk. Matanya sengaja mendarat di abu dari kelinci panggang Shaw Danon semalam. Dia terpaku di tanah, tanpa sadar, air matanya keluar.
 

2 comments:

Anonymous said...

apa itu jalan terang, apa itu jalan gelap, kalau saja setiap manusia melakukan tiap masalah dengan nuraninya, bukankah dunia ini akan jadi damai tenteram, sancay....sancay.... lanjut suheng!!!

suhabudin said...

lanjut suhu.....