Wednesday, November 21, 2012

“Zhu Xian Indonesia - Part V - Chapter 4 - Small Town Bag. B “

  
Bagian 5 Bab 4  Kota Kecil B
 
Shaw Danon tertegun, dan mengatakan: "Benarkah?" 

Namun saat ia mengangkat kepalanya, dan berkata: "Ini bukan urusan saya, saya meminta Anda ......" Dia berhenti, sebelum ia bisa menyelesaikan, hanya beberapa detik, Wan Ren Wang sudah menghilang seperti hantu. Bahkan penjaga warung teh-pun pergi tanpa meninggalkan jejak. Satu-satunya yang tersisa adalah kios teh yang sepi dan kosong serta Shaw Danon.

Shaw Danon memandang sekelilingnya hampa, meskipun ia berada di bawah sinar matahari, dia bisa merasakan gelombang dingin yg membekukan.

Setelah beberapa saat berdiri, ia menggerakkan kakinya, meninggalkan pohon besar dan menuju ke timur.

Beberapa saat setelah Shaw Danon pergi, tiga orang keluar dari balik pohon besar. Orang pertama adalah Wan Ren Wang, berikutnya adalah penjaga warung teh, dan orang lain, jika Shaw Danon melihatnya, ia pasti terkejut, dia adalah gadis Felkin -- Bilu.

Wan Ren Wang memandang ke timur, mengangguk, dan menunjukkan senyumnya: "Anak muda ini memiliki tekad kuat, pikiran yang sangat teguh, sangat mirip dengan saya ketika saya masih muda."

Penjaga warung teh bukanlah pria yang tampak tua lagi, matanya cerah dan tajam. Dia mengatakan: "Archlord, ia memiliki harta Felkin kita, mengapa kita tidak menahannya disini?"

Wan Ren Wang tampak sangat biasa dipanggil "Archlord", katanya tanpa beban : "Untuk beberapa alasan, pemuda itu telah menggunakan darahnya sendiri, cairan darah Sinister Orb dan Death Wand.  Sekarang kecuali pemuda ini, tidak ada yang bisa menggunakan esper ini, tidak ada gunanya jika kita merampasnya dari dia. "

Bilu mendengus: "Saya sudah melihat tongkat api begitu aneh di Forsaken Abyss hari itu, ternyata memiliki latar belakang yang besar seperti itu."

Wan Ren Wang berpaling kepada Bilu, wajahnya sangat lembut, ia berkata: "Bilu, apa yang Anda pikirkan tentang anak muda itu?"

Wajah Bilu itu tersipu, dia marah: " Ayah, putrimu hari ini membawa Anda kesini adalah untuk melihat apa yang Anda pikirkan tentang dia"

Wan Ren Wang tertawa: ".. Anak ini tidak buruk, dia hanya diracuni oleh Jadeon terlalu dalam di masa kanak-kanak. Untuk menarik dia ke faksi Kudus kita, dengan sifat keras kepala itu, itu akan menjadi sangat sulit."

Wajah Bilu menggelap, dan mendesah.

Wan Ren Wang mengulurkan tangan, menepuk rambut putrinya dengan lembut, dan tersenyum: " Tapi dia bisa melepaskan simpul dalam hatimu yang telah menyusahkanmu selama bertahun-tahun, dan memungkinkan kita untuk berdamai. Kita perlu mengembalikan rasa terimakasih ini."

Bilu gembira bertanya: "Ayah, Anda punya rencana?"

Wan Ren Wang menatap langit, gelombang wibawa perlahan keluar, menunjukkan bahwa ia adalah orang yang memegang kekuasaan besar, tetapi di matanya, ada sedikit kesedihan, ia berkata pelan: "Untuk mengubah sifat seseorang, itu sulit, tapi bukan berarti tidak mungkin. "

Bilu sangat senang. Wan Ren Wang berbalik, menatapnya dan tersenyum. Ini tidak berbeda saat seorang ayah melihat putrinya bahagia. Bilu tersenyum kepada ayahnya, tapi orang di sebelah mereka mengerutkan dahi, berbisik kepada Wan Ren Wang: "Archlord, ini hanya anak muda tanpa nama dari Jadeon, apakah dia benar-benar layak bagi kita sehingga kita menghabiskan begitu banyak usaha pada dirinya?"

Wan Ren Wang menggelengkan kepalanya: "pemuda itu memiliki esper paling berbahaya yg dunia tidak pernah lihat sebelumnya. Dia dengan mudah dapat mengendalikannya. Di masa depan, tidak akan sia-sia jika kita bisa memiliki bakat seperti itu, ia akan menjadi... bantuan besar untuk ambisi saya, belum lagi dia sudah membantu saya dan putri saya. "


Bilu mengangguk: "Saya sudah mengatakan kepadanya hari itu, jika dia bisa masuk faksi Kudus kami, ayah pasti menghargai dirinya. Tapi Dia tidak mendengarkan.."

Wan Ren Wang tertawa: "Bagaimana dia mau mendengarkan, Dengan sifatnya, dan dibesarkan di Jadeon, ia membenci faksi Kudus kita sangat dalam. Namun, heh heh, Sinister Orb dan Death Wand adalah benda yang paling berbahaya, meskipun anehnya mereka telah menjadi esper lelehan darah, energi jahatnya terkekang, tidak menonjol keluar. Tapi dengan menyatunya dua benda jahat., bagaimana bisa tidak ada pengaruh? Saya bisa memprediksi, karena kultivasi anak muda ini tidak mendalam dan tinggal dengan benda berbahaya sepanjang hari, seiring berjalannya waktu, ia akan diambil alih oleh energi agresif. Sifatnya akan banyak berubah dan haus darah.. Pada saat itu, Orang lurus tidak akan membiarkan dia hidup, dan kita hanya perlu melakukan sedikit trik, dan ia tidak akan punya pilihan selain untuk bergabung dengan faksi Kudus kita " Lalu ia tertawa.

Bilu terkejut, dia tidak tahu apakah dia senang atau khawatir. Dia tidak bisa mengatakan apa-apa selain melihat kosong kearah timur. Di bawah terik matahari tengah hari, di ujung jalan, sosok pemuda itu sudah hilang.

※ ※ ※

Shaw Danon meninggalkan kios teh dan menuju ke timur sendiri.

Itu tepat di siang hari, matahari bersinar di bumi. Melewati Gunung Kongsang, terlihat sebidang tanah subur. Luas tapi  sedikit populasinya. Yang Ada hanya jalan tua, dengan banyak orang dari masa lalu maupun sekarang yang telah menginjaknya, memanjang lurus melalui dataran terbuka.

Shaw Danon tidak terbang. Dia pelan pelan melangkah di jalan saja. Percakapan antara dia dan Wan Ren Wang telah memberinya goncangan besar. Meskipun nadanya lurus dan teguh saat ia menghadapi Wan Ren Wang, saat ini, ketika dia sendirian, ia bertanya pada dirinya sendiri: Apakah aku sudah benar?

Tongkat api hitam tersarung damai di pinggangnya. Samar-samar, kesejukan keluar dari tongkat.

Berjalan, berjalan, dan terus berjalan ......

Di bawah langit, di atas jalan, dengan hati terbebani pemuda itu tiba-tiba berhenti, menatap langit.

Langit biru cerah, begitu tinggi sehingga tidak bisa digapai.

Shaw Danon memandangnya kosong, bibirnya bergerak sedikit, alis dan dahi berkerut bersama sama, menatap langit, seperti ia bertanya pada hati seseorang dengan lembut:

"Seseorang hidup di dunia ini, sebenarnya untuk apa?"

※ ※ ※

Dijalan, Shaw Danon bertahan dalam kesulitan selama perjalanan. Ketika ia merasa lapar, ia menangkap beberapa burung atau kelinci. Ketika dia lelah, dia tidur di bawah pohon di malam hari. Karena dia terus melakukan pekerjaan di rumah bambu, tubuhnya cukup kuat, sehingga ia tidak merasa kesulitan.

Jika ia menggunakan tongkat api dan terbang, itu akan menjadi jauh lebih cepat. Namun Shaw Danon telah berniat untuk tidak melakukannya. Pikirannya terganggu, selalu ada sesuatu yang mengganggu dalam hatinya. Jadi ia lebih memilih untuk perlahan-lahan berjalan, berharap dapat menghapus pertanyaan dalam benaknya.

3 comments:

Anonymous said...

Berjalan, berjalan dan terus berjalan.... lanjut suheng!!!

hoaaamz said...

Thks...lanjutkan..

Edi Saputra said...

lanjut suhu....mantap...