Friday, November 23, 2012

“Zhu Xian Indonesia - Part V - Chapter 4 - Small Town Bag. D “




Bagian 5 Bab 4 Kota Kecil D

Ketika ia masih berada dalam keragu-raguan, tiba-tiba ada kekacauan dalam kerumunan. Dia segera mengangkat kepalanya, terkejut melihat seorang pria besar berjalan masuk. Dia melewati kerumunan secara mudah, dengan lembut mendorong orang ke samping  seperti mereka ini air.

Ketika pria besar sudah dekat, Shaw Danon bisa melihatnya dengan jelas. Usianya tidak tua, sekitar dua puluh. Sepasang alis tebal dan mata yang besar, wajah persegi dan telinga lebar, sangat cocok untuk tubuhnya yang sangat besar. Gelombang kewibawaan keluar darinya.

Di antara orang-orang, yang tertinggi hanya bisa mencapai bahu orang ini. Dengan ini, ia seperti tangga berdiri di antara ayam.

Dia berjalan ke dinding, membaca pemberitahuan, kemudian, tanpa berkata apa-apa, ia merobeknya.

Orang-orang berseru. Orang besar berbalik, matanya menyapu seluruh orang di sekelilingnya. Warga menjadi terdiam. Orang besar itu berkata dengan suara dalam: "Saya Onara,  murid master 'Herald of Valor'  dari 'Vajra'. Dalam rangka diutus master untuk praktik keluar,  Hari ini di sini, saya akan membantu semua orang untuk melakukan kebajikan..."

Shaw Danon terkejut. Mencari dalam pikirannya, ia tidak bisa menemukan faksi kultivator yang disebut "Vajra".

Semua orang menatapnya. Sang Kepala dan lain-lain juga tiba di depan Onara. Kepala dengan hati-hati berkata: ". Ini ...... pemberani, iblis itu sangat kuat, tidak, ehem, bukan hanya kekuatan murni yang diperlukan untuk mengalahkannya. Ini bisa sangat berbahaya, apakah Anda yakin?"

Bahwa pria besar mengangguk, melirik Ke bapa kepala, kemudian berkata dengan suaranya yang berat: " Anda tidak percaya padaku?"

Bapa Kepala menatap dengan mata besar, hatinya agak takut, tapi dia memaksakan diri berkata: ". Tidak-tidak, saya hanya mengingatkan Anda"

Orang besar melihat sekeliling, setelah beberapa saat, matanya mendarat di dinding bata yang digunakan untuk memasang pemberitahuan.

"Apakah Anda perlu dinding ini?"

Kepala terkejut, bertanya bingung: "Biasanya ada gunanya Hari ini kita hanya menggunakannya untuk pemberitahuan.."

Onara tertawa, kemudian berteriak: "Pindahkan keluar dari jalan"

Suara itu keras seperti guntur, Shaw Danon merasa telinganya berdenging, belum lagi bagi para penduduk. Wajah semua orang kehilangan warna mereka. Hanya hitungan detik, mereka melangkah mundur dan menciptakan lubang besar, hanya pria besar berdiri di sana.

Dia mengerutkan kening dan menaruh datar tangannya, kemudian menghentak dengan keras di tanah dengan kaki kanannya. Dia membentuk tanda dengan satu tangan. Mulutnya segera bergumam mantra, kemudian berteriak:

"Bangunlah!"

Gelombang angin kencang keluar dari pria besar. Mereka bisa mendengar angin bersiut nyaring ke telinga mereka. Hampir menyapu mereka. Kaki mereka terdorong ke belakang.  Cahaya Emas naik, orang besar memanggil Gada emas berduri besar . Ia terayun horizontal di udara, bersinar dengan cahaya emas, dengan kata "Shatterer" diukir di atasnya, membuatnya terlihat sedikit angkuh.

Semua orang langsung bersorak. Shaw Danon berdiri dalam kerumunan dan mengerutkan kening. Ketika Puzhi mengajarinya mantra dari "Kebijaksanaan Fawin", meskipun tidak ada yang membimbingnya, ia mengerti sedikit tentang seni Fuwa itu dari rekannya dan terus berlatih secara rahasia. Gada berduri Onara bersinar dengan cahaya emas angkuh dan postur pembuatannya sama dengan Puzhi, mungkin memiliki beberapa hubungan dengan kultivasi Fuwa.

Benda bersinar emas itu sangat besar, bahkan lebih besar dari pemiliknya. Itu dikendalikan oleh Onara di udara. Mata Onara melebar, menunjuk dengan jarinya, kemudian diantara kesiur angin, Gada berduri manghantam dinding dari atas.

Semua orang berseru!

"Boom", dalam ledakan keras, awan debu terbentuk. Sebuah dinding yang kokoh telah berubah menjadi debu dalam hitungan detik di bawah kekuatan Onara.

"Wow ......." Setiap warga tercengang, kemudian semua orang  menjadi tersenyum. Dengan sihir kuat yang dimiliki Onara, untuk menyingkirkan roh tiga ekor rubah sangatlah mudah. Bapa Kepala melangkah maju, tertawa: "Prajurit Onara memiliki bakat besar, urusan ini semua bergantung pada Anda."

Onara mengangguk.

Bapa Kepala berhenti, ragu-ragu kemudian berkata: "Tapi ada satu hal yang kami harap prajurit Onara bisa mengerti."

Mungkin suara Onara yang dilahirkan untuk menjadi dalam, suaranya tetap sama: "Tetua mohon mengatakannya."

Bapa Kepala berkata: "Adapun pembayaran, susah payah warga kami mengumpulkan uang, sehingga berharap setelah prajurit menyingkirkan setan itu dulu, kemudian ......"

Namun di luar dugaan, Onara melambaikan tangannya:.. "Tidak perlu khawatir, Sebelum saya berangkat, master telah mengingatkan saya, kita harus membela kebenaran tanpa ragu-ragu, jika ada setan, kami melihatnya sebagai kesempatan untuk berlatih. Adapun uang, tidak perlu lagi itu dipikirkan. Yang perlu Anda lakukan adalah memberi makan saya, sehingga saya memiliki kekuatan untuk melawan iblis. "

Bapa Kepala sangat senang, hal cosok seperti itu pasti yang terbaik. Dia dengan cepat menjawab: " tentu saja...tentu saja, Ikutlah denganku, aku akan memastikan Anda terpuaskan."

Ketika Shaw Danon mendengar kata Onara, ia merasa malu. Dahulu master dan shi niang sering mengajarkan para murid seperti itu, tetapi sekarang kesempatan ada di depannya, tapi dia merasa takut. Dia benar-benar malu pada tuannya.

Darahnya mendidih. Dia merasa dia datang dari faksi yang terkenal, bagaimana bisa dia mengabaikan urusan ini. Kemudian dia berniat mengumumkan identitasnya dan pergi dengan Onara.

Tapi ketika ia akan melakukannya, ia tiba-tiba mendengar suara khawatir dan cemas di samping telinganya: "Ah, tuan muda ini , Anda memiliki awan gelap di atas kepala Anda, aura Anda berwarna hitam, kematian di wajah Anda, sesuatu kemalangan akan terjadi! "

Shaw Danon sangat percaya diri, kata-kata sudah ada di tenggorokannya dan akan melakukan kebajikan, tapi tak terduga ia mendengar kata-kata tersebut. Dia terkejut dan menarik kembali kata-katanya. Tanpa sadar, dia menginjak tempat yang salah. Dia menginjak sepotong kotoran anjing.

Kemarahannya tidak sedikit. Shaw Danon melompat, tapi masih merasa bau di kakinya. Bahkan dengan sepatu, ia bisa merasakan dingin, ia menggigil. Dia berbalik marah untuk melihat siapa sih orang itu?

Ada seorang lelaki tua. Jenggot dan rambut  putih semua dengan wajah polos, bersih. Dia tampak seperti seorang pertapa yang berkultivasi tinggi. Kesan pertama  terlihat terhormat. Di samping orang tua itu ada seorang gadis delapan atau sembilan tahun dengan rambut berkepang dua. Dia terlihat menyenangkan dan lucu. Dia menikmati lollipop di tangannya.

Shaw Danon terhenti oleh penampilan pria tua itu. Dia tidak bisa mencaci pada orang tua itu dan tidak tahu apa yang harus dikatakan. Orang tua itu menatap kakinya, tidak ada permintaan maaf, tapi lebih banyak kecemasan: "Lihat, lihat, bukankah itu pertanda?"

Shaw Danon terkejut, bertanya: "Apa?"

Orang tua meliriknya, berkata dengan nada yang berarti: "Anda pernah mendengar pepatah: Menginjak kotoran anjing, nasib buruk datang kepada Anda, sembilan dari sepuluh mati, penderitaan memenuhi langit?"

Shaw Danon terkejut, mengatakan: "Tidak, tapi aku mendengar Shixiong saya berkata, ketika seseorang bertemu nasib baik, orang akan mengatakan dia ada pada keberuntungan kotoran anjing  ......"

Orang tua itu tertegun, lalu menggeleng: ". bodoh, bodoh, omong kosong itu"

Shaw Danon mengatakan: "Bagaimana bisa?"

Orang tua itu berkata: "Jadi mau seperti ini, Anda menginjak kotoran anjing dengan sengaja sepanjang waktu?"

Shaw Danon terkejut. Di Puncak Bambu, karena ia adalah yang termuda, ia kadang-kadang perlu untuk melakukan pekerjaan kotor. Adapun anjing Tian Bolis 'Big Yella adalah ......

Dia segera menggelengkan kepalanya.

Orang tua mengangguk: "Pernahkah Anda melihat  orang melangkahkan kakinya ke kotoran anjing dengan sengaja?"

Shaw Danon menggelengkan kepalanya: "Bagaimana bisa ada hal seperti itu!"

"Benar!" Orang tua menepukkan tangannya: "Jika ada hal seperti keberuntungan kotoran anjing , mengapa orang menghindarinya, dan juga, kotoran anjing adalah hal yang sangat kotor, bau, sehingga semua orang membencinya. Ketika Anda melangkah di atasnya, bagaimana bisa itu bukan nasib buruk tapi malah dianggap keberuntungan? "

Shaw Danon merasa itu cukup benar. Ini tampak seperti dirinyalah yg salah. Kemudian ia teringat apa yang orang tua itu katakan, itu benar-benar menakutkan. Tanpa bisa ditahan dia mengeluarkan keringat dingin, dan mengatakan: "Tentang apa yang tetua telah katakan tentang saya ....."

Orang tua itu mengerutkan kening erat, diperiksanya Shaw Danon, sampai Shaw Danon diliputi keragu raguan, ia kemudian berkata: "Nah, Anda tampaknya berada dalam bencana besar. Begini saja, saya akan memberikan sebuah ramalan telapak tangan....."

"Seni ramal tapak tangan?" Shaw Danon terkejut, kemudian melihat orang tua itu memegang tiang bambu, dengan kain putih yang diikat di atasnya, tertulis: Bimbingan Immortal .

Ternyata orang tua itu adalah seorang peramal. Namun Shaw Danon tidak memandang rendah pada dirinya. Alasannya adalah karena pendiri Jadeon, Master Jadeon juga seorang peramal. Meskipun tidak ada dalam praktek Jadeon sekarang ini, tapi Jadeon selalu sangat ramah terhadap peramal, kalau tidak yang lain takkan menghargai pendirinya.

Shaw Danon ragu-ragu, tapi dia tahu ketika dia berbicara dengan orang tua itu, warga sudah menggiring Onara cukup jauh. Dia pikir  tidak ada jeleknya untuk membiarkan orang tua itu untuk melihatnya. Bapa Kepala sudah mengatakan bahwa orang besar itu akan melawan iblis setelah makan, sehingga Shaw Danon masih punya waktu.

Lalu ia berbalik dan berkata kepada orang tua: ". Itu bagus, saya akan merepotkan tetua untuk membantu melihat saya"


Orang tua itu tertawa, kemudian menunjuk ke sebuah pohon di sisi jalan: "Mari kita bicara di sana." Setelah itu, ia berpaling.

Ketika Shaw Danon hendak mengikuti, tiba-tiba sebuah suara yang jelas mengatakan: "Kakak."

Shaw Danon tertegun. Itu adalah gadis kecil yang berdiri di samping orang tua sambil makan permen lolipop. Dia tidak tahu kenapa dia memanggilnya. Shaw Danon menatap pipi kemerahan itu, dia sangat lucu. Dia menekuk lututnya ke bawah dan tersenyum: "Ada Apa, gadis kecil?"

Gadis kecil mengunyah,  beberapa kacang muncrat keluar, sambil melihat Shaw Danon, setengah tersenyum: "Masih ada kotoran anjing di bawah kakimu, sangat bau!"

"Ah!" Shaw Danon langsung tersipu, melompat dan terus menggetarkan kakinya, mencoba untuk menyingkirkan hal kotor itu.

Gadis kecil memandang keadaan memalukan itu, ia tertawa, dan berlalu ke orang tua di bawah pohon.

4 comments:

Anonymous said...

Bapa kepala melangkah maju, tertawa: "Suheng memiliki bakat besar, translate lanjutan cerita ini semua bergantung pada anda....
semangat suheng....tarikkk mang....

Anonymous said...

trimakasih telah mentranslate kembali lanjutannya, dan ditunggu lagi lanjutannya, hampir tiap hari saya lihat update nya

Anonymous said...

Semangat suhu... Tokoh2 sakti sdh mulai bermunculan ... Tolong sampai tamat ya suhu, tiap hari selalu update berharap ditriple translatenya. Terima Kasih

"emas indri" said...

trimakasih supportnya

smoga tidak mengecewakan para suheng..