Thursday, November 29, 2012

“Zhu Xian Indonesia - Part V - Chapter 6 - Fox Spirit Bag. A “

 
Bagian 5 Bab 6  Roh Rubah A

Shaw Danon terkejut. Dia tidak pernah berharap untuk bertemu dengannya lagi secepat ini. Dia ingin menolak untuk mengakuinya, tapi setelah semua yg terjadi, melalui pengalaman hidup mati bersama-sama di Forsaken Abyss Gua Blooddrop  telah memberi dia sedikit rasa. Ia hanya bisa tersenyum malu: "Kenapa kau datang ke sini?"

Onara melihat Shaw Danon bertindak sedikit aneh, ia bertanya: "Xiao Fan, siapa orang ini?"

Shaw Danon berseru: "Dia ......." Lalu ia menyadari jika orang lain mengetahui identitas Bilu, ditambah hubungannya dengan Bilu, itu akan menjadi masalah besar. Dia menarik kembali kata-kata dari mulutnya.

Onara bingung kenapa Shaw Danon berhenti, Bilu tersenyum, mengatakan: "Jangan tanyakan padanya, kami hanya bertemu untuk waktu yang singkat, hanya pernah sekali melihat satu sama lain , dia tidak tahu apa-apa tentang aku."

Onara paham, tapi melihat wajah Shaw Danon, dia tiba-tiba tersenyum aneh, dan berbisik di telinga Shaw Danon : " Saudara Zhang, saya melihat ekspresi Anda yang aneh, apakah Anda menyukai wanita ini"

Shaw Danon terkejut, wajahnya segera berbalik pucat, cepat dia berkata: "Anda jangan bicara yang tidak masuk akal seperti ini, aku...aku tidak memiliki hubungan dengan dia!"

Bilu menatapnya penuh dengan senyum, tapi setelah mendengar apa yang Shaw Danon katakan, wajahnya gelap, mendengus, dan tertawa dingin: "Benar, mengapa saya memiliki hubungan dengan Mahluk kotor yg tak tahu malu ini? "

Semua orang kaget. Mereka memikirkan wajah terkejut dan gembira ketika bilu melihat Shaw Danon, dan sekarang berbalik lebih cepat daripada membalik buku, ditambah ucapan "tak tahu malu dan kotor" dalam kata-katanya, semua orang menatap Shaw Danon dengan tatapan aneh.

Shaw Danon sangat malu, tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Tapi dari mata siapa pun, mereka mungkin akan berpikir itu hanya argumen antara sepasang kekasih. Semua orang tersenyum.

Onara menatap langit, mengatakan kepada Shaw Danon: "Saudara Zhang, waktu semakin larut, kita harus pergi."

Shaw Danon sangat bersemangat untuk meninggalkan situasi yang memalukan itu. Dia dengan cepat menjawab, tapi saat ia berbicara, Bilu tiba-tiba berteriak: "Penipu Tua, tetap disitu"

Mereka berbalik dan menemukan Tanis Ka dan Tonni mencoba menyelinap pergi, tetapi mereka dipergoki oleh Bilu. Bunga Giok Putih di tangan Bilu bersinar dengan cahaya putihnya lagi. Energi dingin naik, Shaw Danon terkejut dan segera berhenti berjalan, kemudian mengatakan: "Tunggu, tunggu. Bagaimana mereka menyinggungmu?."

Bilu memelototi Shaw Danon, tampak seperti dia masih marah, dan berkata dingin: "Ini bukan urusan Anda!"

Shaw Danon tertampar tepat di wajahnya, ia menjadi sedikit suram. Tapi Tanis Ka pernah menderita karena  Bilu, sekarang ada seseorang yang bersedia untuk berdiri  membelanya, bagaimana bisa ia membiarkannya pergi. Dia cepat berkata:.. "Tuan muda, Anda perlu menyelamatkan saya. Ketika saya berada di kota kecil, saya memberi wanita ini ramalan untuk kebaikan, tapi dia mengabaikan kebenaran. Ketika hal itu tidak sama dengan keinginannya, ia mulai menggunakan kekerasan pada kami ..... "

Bilu berkata dengan marah: "Bohong, Anda penipu tua, mengisi mulut penuh dengan kebohongan, menipu uang dari orang-orang, dan sekarang Anda memfitnah saya, ok Anda sendiri yg menantang!"

Kemudian ia menggerakkan tangannya, cahaya putih bunga giok mencerah, menyinari sekitarnya seperti pagi hari. Melihat dia akan menyerang, Shaw Danon mengatakan terburu-buru: "Bilu, tunggu."

Tapi Bilu seperti tidak mendengarnya, sedetik kemudian, Bunga Giok meninggalkan tangannya, berkedip di udara. Setelah suara lembut, hanya dalam sekejap, cahaya putih terang telah menyebabkan bulan dan bintang-bintang kehilangan warna mereka. Langit dipenuhi dengan kelopak cerah dan bersinar dengan aroma yang kuat menusuk hidung.

Ini adalah pemandangan yang sangat jarang, namun di mata Tanis Ka, itu seperti melihat hantu. Wajahnya kehilangan warna, dia langsung menyambar Tonni dan berlari sementara tangan kanannya merogoh baju, mengeluarkan kertas kuning kecil. Itu tampak sangat mirip dengan jimat Tao yang digunakan untuk menangkap hantu.

Shaw Danon tahu kekuatan esper Bilu, dan Tanis Ka di sisi lain tampak seperti tidak tahu kultivasi apapun, Shaw Danon melangkah maju dan berdiri di depan Tanis Ka, memanggil tongkat api di depannya dan membantu Tanis Ka untuk memblokir putaran ini .

Bilu mengerutkan kening saat ia melihat Shaw Danon tiba-tiba datang. Senyum melintas di wajahnya, bunga-bunga di langit tiba-tiba berhenti di udara, menari dibelakang Shaw Danon. Wajahnya tetap tegas, berkata dingin: "Apa yang kamu lakukan?"

Shaw Danon meliriknya, hatinya sedikit takut, sambil bergumam: "Mereka tidak bisa kultivasi, mengapa Anda mempersulit mereka, bisakah Anda membiarkan mereka pergi?"

Bilu mendengus, melambaikan tangannya. Bunga-bunga di langit tiba-tiba terbang kembali dan direformasi menjadi sebuah bunga putih di bawah cahaya dari bulan dan bintang-bintang, kembali ke tangannya: "Mengapa tidak kau tanyakan kepadanya apa yang terjadi"

Shaw Danon juga bertanya-tanya, dia berbalik dan mulai bertanya pada Tanis Ka. Pada awalnya Tanis Ka masih berusaha untuk menutupi kebenaran, namun Bilu terus menginterupsi di bagian penting. Dengan cara itu, Shaw Danon dan Onara mengerti apa yang terjadi: setelah Tanis Ka berhasil mendapatkan uang dari wanita gemuk yang kaya raya, dengan hati serakah, dan melihat pakaian Bilu yang mahal, dia pergi kepadanya tanpa peduli akan mata Tonni yang mencoba memberi sinyal kepadanya untuk berhenti.

Tapi Bilu sangat cerdas dan tidak bisa dibandingkan dengan orang biasa, bagaimana ia bisa tertipu begitu mudah. Pada awalnya, Tonni benar dengan masa lalu Bilu itu. Tapi Bilu terus bertanya, Tonni tidak bisa memberitahu Tanis Ka secara langsung, sehingga Tanis Ka mulai membual dan segera saja menunjukkan cacatnya. Bilu berbalik marah dan hendak memberi dua penipu itu pelajaran.

Tanis Ka menyadari bahwa ia berada dalam kesulitan besar. Dia tidak tahu apa-apa tentang kultivasi, tapi dia masih punya beberapa ilmu simpanan yang diturunkan dari Guru Jadeon, yang mencakup Art of Earth Sinking. Dia menggunakannya untuk melarikan diri. Tapi keterampilan tidak cukup baik, tidak dapat mengontrol arah, kebetulan mendarat di dekat Shaw Danon dan Onara.

Bilu tidak menyangka orang tua itu akan melakukannya, tapi dia adalah putri satu-satunya Vim Archlord, sedikit trik tersebut tidak bisa mengganggu dirinya. Dengan hanya satu mantra, ia segera menemukan lokasi orang tua itu, kemudian menyusulnya dalam sekejap mata.

Shaw Danon terkejut untuk beberapa saat, menatap Tanis Ka, dan mengatakan: " Jadi masa depan berbahaya yang Anda katakan kepada saya pagi ini adalah palsu"

Tanis Ka memutar matanya, sebelum ia mendapat kesempatan untuk berbicara, Bilu sudah tertawa: "Jadi Anda juga jatuh ke dalam perangkapnya!"

Tawa ini segera melumerkan wajah dinginnya. Shaw Danon sangat malu. Dia berpikir bahwa membantu Tanis Ka sangatlah tidak layak, dan ia malu di depan Bilu. Dia meluruskan wajahnya dan berjalan pergi.

Tanis Ka terkejut dan hatinya mengeluh. Onara melihat situasi memalukan itu, ia mengingatkan Shaw Danon: "Saudara Zhang, kita harus masuk ke sana, urusan ini penting."

Shaw Danon mengangguk, mengabaikan orang lain dan memasuki hutan dengan Onara. Bilu terkejut, bertanya: "Hutan ini diisi dengan energi jahat, apa yang akan kalian berdua lakukan?"

Shaw Danon menjawab: "Kami akan di sana untuk menyingkirkan iblis."

Lalu ia menarik Onara, memasuki hutan dengan cepat. Onara memutar kepalanya dan memandang Bilu dan orang tua itu, kemudian bergerak mengikuti Shaw Danon. Suasana berubah tenang mendadak.  Wajah Bilu membeku dan berbalik ke Tanis Ka. Tanis Ka segera mengangkat tangannya setinggi dada, siap untuk membela diri, tapi apakah dia bisa berhasil melakukan itu atau tidak adalah cerita lain.

Tanpa diduga, Bilu tidak menyerang. Merenung sejenak, ia bertanya Tanis Ka: "Apakah Anda tahu apa yang mereka lakukan di sana?"

1 comment:

Anonymous said...

"Apakah anda tahu apa yg mereka lakukan disana?..."
cerita makin seru dan bikin penasaran! lanjut suheng!!!...