Saturday, December 01, 2012

“Zhu Xian Indonesia - Part V - Chapter 6 - Fox Spirit Bag. B “



Bagian 5 Bab 6 Fox Spirit B


Tanis Ka terkejut. Dia juga dari Laguna Kolektif, Jelas dia tahu apa yang mereka lakukan, iapun berkata: "Tentu saja, ada Gua Dark Drake didalam hutan, tiga-ekor rubah tinggal disana. Mereka akan menyingkirkan rubah2 itu untuk Laguna Kolektif, terus kenapa? "

Bilu mendengus, menurunkan matanya, dan berkata pelan: "Dengan rendahnya kultivasinya, ia ......."

Tanis Ka melihat bahwa Bilu terhanyut dalam pikirannya, itu adalah kesempatan besar dan bagaimana bisa ia membiarkannya pergi begitu saja. Dia meraih tangan Tonni dan berjalan pergi tanpa suara. Ketika pikiran Bilu kembali, mereka sudah pergi jauh,  hanya bayangan punggung mereka yg tersisa.

Dengan keterampilan Bilu, mengejar mereka jelas mudah sekali, tapi sepertinya dia tidak punya niat untuk melakukannya. Sebaliknya, dia berbalik dan menatap kerlipan hutan gelap di bawah cahaya bulan.



Shaw Danon dan Onara memasuki hutan. Pepohonan tinggi dan rimbun, menghalangi cahaya bulan, menyebabkan hutan menjadi gelap. Saat mereka berjalan, sekitarnya hening, jauh di dalam hutan, ada tabir kabut tipis.

Mereka saling memandang, Onara berbisik: "Hati-hati."

Shaw Danon mengangguk. Mereka memanggil esper mereka, dengan hati-hati mereka maju.

Setelah beberapa saat berjalan, pohon-pohon kuno yang menjulang ke langit, dengan gelombang energi Yin berputar disekitar mereka. Sepertinya mereka telah tiba di bagian terdalam dari hutan. Pada saat itu, mereka tiba-tiba mendengar suara wanita lembut dan sedih keluar dari kabut di sela sela kerimbunan hutan:

bukit pinus Kecil, bulan seperti  membeku,

Manusia seperti bunga mengembara dan terluka.

Beberapa dekade, tiga ribu tahun,

Tapi berharap kita masih ingat satu sama lain meski kita terpisah.


Suara perempuan itu ringan, lembut berbisik. Meskipun mereka tidak bisa melihatnya, mereka bisa merasakan kesedihan datang darinya. Shaw Danon dan Onara saling memandang, wajah mereka berubah. Di tengah malam, dan di tempat yang terisolasi, kemungkinan besar itu roh iblis. Keduanya dengan hati-hati berjalan ke arah suara.

Selubung tipis kabut segera menelan mereka.

Tidak lama setelah mereka masuk, sosok hijau muncul di tempat di mana mereka berdiri, melihat kabut dalam kegelapan. Dia mengerutkan kening, merenung sejenak, kemudian memasukinya.

Warna malam remang bersinar di hutan. Beberapa baris cahaya bulan menelusup diantara daun daun, menyinari kayu, bergoyang goyang lembut.

Di sekitar mereka, hanya ada suara senyap serangga.

Tiba-tiba, Onara meraih bahu Shaw Danon. Shaw Danon terkejut, dan bertanya: "Apa?"

Onara berkata pelan: "Dengarkan."

Shaw Danon memperhatikan. Dia mendengar desahan lembut yang datang dari depan.

Sebuah sinar cahaya bulan, seperti sebuah mercusuar dalam kegelapan. Garis bulan dingin, lembut bersinar di kabut,  mengalir tanpa arah. Seorang wanita berpakaian putih perlahan-lahan keluar dari dalam kegelapan. Dia berdiri di bawah cahaya, memandang ke arah mereka dengan ringan.

Shaw Danon dan Onara menahan napas.

Dia adalah seorang wanita yang lembut dan menawan. Rambutnya yang indah panjang dan lurus terbaring di bahunya, selembut air. Pada kulit putihnya, ada sepasang alis anggun, hidung halus, bibir merah menyala, dan mata berair nya memandang mereka seolah olah seperti dapat melihat menembus hati mereka.

Dia adalah tipe gadis yang bisa menyebabkan orang merasa sedih untuknya. Dia takut-takut berdiri di bawah cahaya bulan, menatap mereka.

Waktu seperti berhenti saat itu.

"Kau, datang untuk membunuhku?" Dia bertanya dengan nada yang membikin hati bergidik.

Shaw Danon dan Onara terkejut. Onara menggigit bibir, meluruskan pikirannya, kemudian berteriak: "Apakah Anda iblis yang disebut sebagai Tiga-ekor roh rubah "

Mata berair nya menyapu Onara, kemudian wajah Shaw Danon. Shaw Danon merasa seperti wajahnya sedang tersentuh oleh tangan lembut.

Shaw Danon terkejut. Dia tidak bisa membayangkan ada wanita yang bisa menyihir seperti itu, dia benar-benar bukan manusia.

Wanita itu tidak menjawab, hanya mengerutkan alis dan keningnya. Rasanya seperti garis kesedihan terukir diantara alisnya.

Dia menatap bulan lagi. Bulan terang sempurna, tergantung di langit.

"Itu aku." Dia berkata menyeramkan.



Malam gelap, sepertinya ada sesuatu yang bersembunyi di kegelapan di belakang wanita itu.

Wajah Onara berubah gelap. Gada Emas besar berduri  "Shatterer" bersinar dengan cahaya emas di tangannya, hutan sekitar yang berdekatan berubah menjadi keemasan. Shaw Danon berdiri di sampingnya, mengambil napas dalam-dalam.

4 comments:

Anonymous said...

semakin seru, lanjut suheng!!!

Edi Saputra said...

lanjut suhu....

Anonymous said...

Wah semakin seru sdh lama tidak ada pertarungan... Suhu tlng di double ya terjemahannya

Mei Shen said...

aw aw mana lanjutannya *_* seruuuuuuuuuuuuuuuu duh jd gak sabaran neh >_<