Monday, December 03, 2012

“Zhu Xian Indonesia - Part V - Chapter 6 - Fox Spirit Bag. C “

Bagian 5 Bab 6 Fox Spirit C

Wanita itu tidak bereaksi. Dia melirik mereka, kemudian berjalan lembut ke samping. Lengan seputih Saljunya  lembut melambai. Semak-semak tersibak, terlihat sebuah sumur. Dilihat dari jauh, mereka bisa melihat lumut menempel di batu sumur. Kelihatannya sudah sangat tua.

Dia berjalan di samping sumur, melihat ke bawah, dengan lembut menyisir rambutnya dengan tangannya.

Mereka tidak berani melepaskan pandangan dari tindakan aneh yang dilakukan wanita itu.

Suara wanita melayang dalam hutan: "Ini sudah berusia tiga ribu tahun. Legenda mengatakan ketika Anda melihat ke dalam sumur dengan keinginan tulus saat bulan purnama, keinginan Anda pasti terkabulkan." Dalam suaranya, tersirat kesedihan, "tapi, sejak saya tiba di sini, saya telah melihat ke dalam tiga kali, mengapa penyakitnya belum juga membaik?"

Shaw Danon dan Onara tertegun. Dari nada suaranya, itu jelas seorang wanita yang secara menyedihkan terjebak oleh cinta. Tapi pikiran Onara lebih fokus daripada Shaw Danon. Dia mengerutkan kening, dan melangkah maju. Suara angin muncul dari hutan. Dia berkata dengan marah: "setan tak tahu malu, kau berani menyihir rakyat, cepat kemari dan terimalah kematianmu!"

Wanita itu berbalik, mata berair nya melirik kearah mereka, mengabaikan Onara, tapi menatap Shaw Danon. Dia tiba-tiba berkata pelan: "Dalam hati Anda, apakah ada gadis yang sangat anda rindukan? Datang dan lihatlah kemari?."

Angin bertiup melewati hutan, dingin semakin menusuk.

Pucuk pucuk pohon terdengar gemerisik.

Shaw Danon menatap kosong, tanpa disadari ia melangkah mendekat.

Onara terkejut. Tanpa berkata kata, ia naik ke udara, cahaya keemasan Shatterer bersinar menyilaukan, bercicit di udara, dan meluncur ke arah kepala wanita itu. Dengan kekuatan seperti itu, jangan kata seorang wanita yang lemah, bahkan laki laki perkasapun akan hancur menjadi saus.

Tubuh wanita itu seperti daun jatuh, tertiup angin kencang dari Shatterer dan melayang mundur, menghindari serangan yang menghancurkan bumi. Setelah itu, dia melayang di udara, membuka lengannya. Setelah beberapa saat, energi iblis menjadi sangat kuat. Suara setan melolong. Pada saat yang sama, dalam kegelapan di belakangnya, tak terhitung jumlahnya mata besar yg mencorong menakutkan.

Ketika Onara tidak sadar, diiringi seruan liar tak terhitung banyaknya, bayangan hitam gelap keluar dari kegelapan, melewati sosok putih wanita itu dan menyerbu Onara dengan cakar dan taringnya. Wanita itu tidak melihat Onara, mata lembutnya masih melihat Shaw Danon yang sedang berjalan ke sumur kuno setapak demi setapak.

Cahaya bulan menyinari shaw danon, seperti es, seperti salju.

Di dalam hatinya, apakah ada orang yang ia rindukan demikian mendalam?

Dia hilang pikiran.

"Xiao Fan!" Teriakan datang dari belakang. Bilu muncul, dengan cepat terbang kepadanya, mengatakan dengan terburu-buru: "Jangan melihat!"

Saat itu, Shaw Danon terkejut. Wanita Anggun mengambang di udara sedang mengawasinya, wajahnya berubah sedikit.

Tapi kemudian, Shaw Danon masih juga melihat ke dalamnya.

Begitu tajam melihat ke kedalaman.

Suara angin berhenti, semua orang menahan napas.

Apa yang dia lihat? "

Onara meraung dan menggebah monster monster pergi. Tubuhnya yang besar meraih esper Shatterer. Cahaya merah muncul di wajahnya, itu seperti seluruh darahnya hendak keluar. Ia terangkat ke udara, lalu tiba-tiba jatuh seperti panah runtuh. "Puff", Shatterer dimasukkan ke bumi dalam dalam, mulutnya mengeluarkan raungan mengejutkan pada saat bersamaan:

"Musnah!"

Rasanya seperti semuanya berhenti dalam sekejap.

Tanah dalam jarak dua meter tiba-tiba tenggelam bersamaan dengan pohon-pohon. Itu seperti ada tangan raksasa tak terlihat menarik segalanya kedalam tanah. Hanya tanah dekat sumur di mana Shaw Danon berdiri yang tidak terpengaruh.

Shatterer yang masuk ke dalam tanah seperti menyerap sesuatu, seluruh bagiannya bersinar terang. Saat Onara berteriak kata "Musnah", berkas cahaya yang tak terhitung jumlahnya keluar. Secepat cahaya, mereka menyerbu monster bayangan hitam di udara. Pada saat itu, jeritan memilukan terdengar di telinga. Beberapa monster bayangan hitam jatuh di tanah, beberapa tiba tiba menghilang ke udara bebas.

Wajah wanita yang lembut berubah, wajahnya menjadi pucat, dan mengatakan: " Menyerap inti bumi dan roh pohon kemudian menjadikannya  energi setan yang menghancurkan,

 'Benda Pemusnah'"

Onara sudah selesai berurusan dengan monster, tindakan pertamanya adalah melihat Shaw Danon. Bilu juga berhenti, menatap Shaw Danon.

Shaw Danon mengangkat kepalanya. Wajahnya seperti tidak terjadi apa-apa, hanya sedikit bingung. Tapi dia segera menjadi linglung. Dia berdiri di samping Onara, menatap wanita anggun yang mengambang di udara.

Wanita itu menatap dalam dalam kepadanya, kemudian tiba-tiba berkata: "Apa yang Anda lihat?"

2 comments:

Anonymous said...

Wanita itu menatap dalam-dalam kepadanya, kemudian tiba-tiba berkata: "Apa yang Anda lihat?"

"yg mau saya lihat lanjutannya suheng!!!...."

Anonymous said...

betul ditunggu lanjutannya, karena hanya itu yang kami minta. trimakasih