Wednesday, December 05, 2012

“Zhu Xian Indonesia - Part V - Chapter 7 - Inferno Mirror Bag. A“


Bagian 5 Bab 7 Cermin Neraka A


Dikejauhan, dalam kegelapan hutan, Tanis Ka dan Tonni bersembunyi dalam diam di balik pohon besar, melihat gerak gerik orang orang tersebut.

Tonni mengerutkan kening dan berbisik: "Kakek, Anda tidak melarikan diri, sebagai gantinya, mengapa Anda datang kembali ke tempat berbahaya dan malah melihat pertunjukan ini"

Mata Tanis Ka masih melihat di tempat kejadian, ia berbisik: "Saya pernah mendengar ada harta karun dalam gua setan ini. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa di masa lalu, sekarang karena begitu banyak orang membantu membuka jalan bagi kita, kenapa tidak datang ke sini dan melihat-lihat, mungkin kita bisa mendapatkan sesuatu yang baik. "

Wajah merah muda Tonni mengatakan dengan tidak sabar: "Bagaimana jika kita tidak bisa mendapatkan sesuatu yang baik, tetapi malah menghadapi monster?"

Tanis Ka berbalik tertawa: "Tidak masalah, kakekmu memiliki pegangan, seni rahasia Guru Jadeon tentang "menyusup bumi", "menyelam diair", "menyusut jarak" adalah seni mistik tak tertandingi, pasti tidak akan menemui masalah ......"

Tonni berkata pelan: "Boo, mereka jelas digunakan untuk melarikan diri jika kau gagal menipu, kau menyebut mereka seni mistik tak tertandingi!"

Tanis Ka tidak mengehiraukan apa yang dikatakan cucunya , ia masih berbicara dengan bangga: "Bukankah kau telah membaca keberuntungan kakek sebelumnya?  Anda mengatakan dahi kakek gemuk, tanda uang diantara alis, garis kekayaan tebal, mereka adalah simbol keberuntungan yg besar. Ho ho, malam ini akan terbukti itu benar. Tonni, kakek sangat percaya dengan keterampilan ramalanmu! "

Tonni: "......."

"Eh?" Tanis Ka terkejut saat ia berbalik dan melihat di tempat kejadian berlangsung. Pada saat ini, Shaw Danon sedang menyerang wanita anggun itu dengan tongkat api nya yang bersinar dengan cahaya hitam.

"Inti Murni. Anak ini dari Jadeon !"

"Apa?" Tonni langsung merasa tertarik dan juga melihat tempat kejadian. Kedua belah pihak bertempur dengan gelisah dan mengeluarkan suara keras seperti  teriakan setan. Dia bertanya pada Tanis Ka: "Jadi dia memiliki nenek moyang yang sama seperti kita, apakah dia kuat?"

Tanis Ka sedang menonton penuh konsentrasi, senyum serakahnya pergi. Wajahnya tenang, alisnya terangkat dan mengerutkan dahi, ia kemudian berkata: "usia anak ini belum tua, tapi kekuatannya tampak seperti sudah mencapai 'Yu Realm Qing tingkat kelima, ini aneh?"

Tonni melirik Tanis Ka. Meskipun orang lain mungkin tidak tahu, ia tahu Tanis Ka serakah untuk uang, tetapi dengan pengalamannya, pengetahuannya tanpa tandingan. Tonni berkata: "Tidak terduga ia begitu berbakat."

Tanis Ka diam sejenak lalu menggeleng, kemudian berkata:. "Saya kira potensi anak ini tidak buruk, tapi paling tidak diatas rata-rata, jelas bukan jenius seperti  Guru Jade Leaf. Merujuk alasan dasar itu, dengan potensinya, dia mestinya belum mampu maju begitu cepat dalam kultivasinya! "

Tonni tertegun, tidak bisa berkata apa-apa, tetapi terus menonton adegan itu.

Onara berteriak marah di tanah dengan cahaya emas bersinar, menakut-nakuti para monster. Shaw Danon naik ke udara, menyerang pada wanita cantik dengan cahaya tongkat api nya yang bersinar hijau dan hitam.

Wanita itu menatapnya dengan mata berair. Dia menyentakkan lengan putihnya dan memblokir tongkat api. Mereka menyerang satu sama lain, dalam sekejap, mereka menjadi sangat dekat.

Shaw Danon terkejut. Wajah wanita yang sangat mempesona hanya berjarak satu kaki darinya. Aroma samar datang kepadanya. Dan mata penuh perasaannya di malam hari yang indah terlihat seperti batu emerald, mencerminkan sosoknya. Tak bisa dihindari, Hatinyapun melonjak.

"Apa yang kau lihat di dalam sumur?" Bahkan pada saat genting seperti ini, suara wanita itu masih lembut dan indah, halus memasuki telinganya.

Pikiran shaw Danon hampir tercerabut, tapi tiba-tiba cahaya emas melintas di wajahnya dan menenangkannya.

Roh rubah ekor tiga  mengerutkan dahi. Shaw Danon berteriak dan terbang beberapa meter ke belakang, mendarat di samping Onara di tanah.

Onara meliriknya, mengatakan dengan sedikit khawatir: "kutukan guna guna iblis ini cukup kuat, berhati-hatilah."

Jantung shaw Danon masih berdetak cepat. Dia mengangguk. Mereka menatap langit, melihat roh rubah ekor tiga masih berdiri di udara, gaunnya berkibar diantara angin seperti sebuah keindahan tiada tara dari sebuah lukisan.

Di kejauhan, Tanis Ka mengerutkan dahi, dengan heran mengatakan: "Stabilitas jiwa anak laki-laki ini sangat kuat. Dia dapat mempertahankan kesadarannya  dari kutukan roh rubah ekor tiga yang terlatih ratusan tahun  !!"

Tonni meringkukkan bibirnya: "Terus kenapa, bukankah Anda melihat bahwa si orang besar juga sama?"

Tanis Ka mengatakan:. "Kamu tahu apa. Kultivasi si pria besar ini berhubungan dengan Fuwa, dan Fuwa itu semua tentang nirwana, mereka secara alami memiliki resistensi terhadap kutukan guna guna.

"Tapi beda dengan Jadeon Dagos, mereka jauh lebih lemah di bidang ini. Dengan kultivasi anak ini, dia bisa memiliki stabilitas seperti itu, ini benar-benar langka!."

"Sungguh?" Tonni berpikir sejenak, kemudian berbalik kembali ke tempat kejadian.

Roh rubah ekor tiga perlahan mendarat dari udara. Meskipun wajahnya masih tersenyum, matanya semakin berat. Dari pertempuran sengit barusan dengan mereka, dia bisa melihat bahwa mereka tidak tua, tapi kultivasi mereka juga tidak rendah. Dan melihat si orang besar tampaknya datang dari cabang Fuwa, itu terasa menyakitkan.

Dan seorang pria muda lainnya tak terduga punya konsentrasi yang stabil. Bahkan kutukan guna guna paling tinggi nyapun tidak memiliki banyak arti di sini.

4 comments:

Anonymous said...

semakin seru, lanjut suheng!!....

Anonymous said...

Seep banget seru pertempuran yg ditunggu tunggu. Terima Kasih Suhu. Don't forget lanjutkan hehhehe

Anonymous said...

ya lanjut, kalau bisa yang banyak sekalian ya, he3.., timakasih telah menuliskan buat kita cerita yang menarik, di web lain cari2 lanjutannya yang versi bhs indonesia susah ternyata hanya ada di paririan saja, semangat ya hanya harapanmu satu2nya untuk translate

Edi Saputra said...

wah...serrruuuu suhu...makin mantap...benar kata suheng anonymous...hanya di paririan harapan utk membaca translate dari kisah yg seru ini. thx atas jerih payahnya suhu...