Saturday, December 08, 2012

“Zhu Xian Indonesia - Part V - Chapter 7 - Inferno Mirror Bag. B“



Bagian 5 Bab 7  Cermin Neraka B

Bilu berdiri tegak di samping, bersiap akan bergerak. Tapi melihat Shaw Danon telah pulih, ia berhenti dan mengawasi mereka dengan dingin.

Cahaya bulan yang dingin melewati daun dan jatuh pada sosok kesepian dari wanita lembut itu.

Dengan sedikit rasa sedih.
Dia menunduk, bulu mata yang panjang itu seperti menutupi hatinya yang rentan, tapi juga seperti mereka mendengarkan suara hutan di malam yang gelap. Dia berkata pelan: "Saya tidak melakukan apa pun padamu, mengapa kau ingin membunuhku?"

Onara melangkah maju seperti harimau sengit, dia berteriak: " Iblis, Anda merugikan orang, menyebabkan kerusuhan di Laguna Kolektif, kamu mengira dirimu tidak layak untuk mati?"

Dia mengangkat matanya, memandang mereka. Angin, dengan lembut datang, meniup ujung pakaiannya.

"Kau membunuhku, karena aku setan?" Dia menatap Shaw Danon tajam: "Bagaimana denganmu, Apa alasanmu!?"

Shaw Danon berkata tanpa berpikir: "Kamu bertindak seperti apa yg para iblis lakukan, saya berada di jalan yang lurus, saya akan menyingkirkan bahaya bagi orang-orang tanpa ragu-ragu!."

Roh Rubah ekor tiga diam untuk beberapa saat, kemudian dia tiba-tiba tersenyum ringan: "Anak muda, berapa umurmu?"

Shaw Danon terkejut, mengerutkan kening: "Kenapa kau bertanya?"

Dia mengangkat tangannya, menyisir rambut hitam di pelipis dengan jarinya.

"Kata-kata itu berasal dari master Anda kan? Para setan seperti kita sering membahayakan orang-orang, kita harus dimusnahkan bukan?!"

Shaw Danon mengerutkan kening, itu persis seperti yang diajarkan tuannya. Roh rubah ekor tiga melanjutkan: "Tapi bagaimana kalau saya katakan, kata-kata itu salah, Apa yang akan Anda pikirkan?."

Shaw Danon mendengus, hendak bergerak. Tetapi pada saat itu, percakapan antara dia dan Wan Ren Wang berkelebat dalam pikirannya. Dia seperti dikejutkan oleh kilat.

Apakah hal hal yang saya ketahui itu pasti benar?

Apa hukum yang benar, apa keadilan yang sejati?

"Hati-hati!" Tiba-tiba, Onara berteriak. Suara angin jahat naik tiba-tiba.

Roh rubah ekor tiga tiba-tiba berlari kearah Shaw Danon ketika ia sedang melamun. Tangannya membentuk cakar. Onara meraung, hendak bergerak, tetapi pada saat yang genting, tak terhitung mata iblis berbinar dalam kegelapan. Para monster menyerangnya, ia tidak punya waktu lagi untuk khawatir pada keadaan Shaw Danon.

Roh rubah ekor tiga menyadari Shaw Danon adalah yang terlemah di antara mereka, ia memutuskan untuk menggunakan monster untuk menahan Onara sementara dirinya menggunakan kekuatan penuh nya untuk menyelesaikan yang lain.

Cakar tajam hampir menjangkau anak itu, bahkan dari jauh, mereka bisa mendengar tajam suaranya. Namun Shaw Danon mengangkat kepalanya, matanya bertemu dengan roh rubah ekor tiga. Sebelum wanita itu bisa memikirkan apa pun, tongkat hitam yg bersinar dengan cahaya hijau muncul diantara Shaw Danon dan dirinya.

Pada saat berikutnya, cakar tajam menghantam tongkat itu.

Tidak ada seorang pun yg mampu menggambarkan perasaan mereka saat itu. Tidak ada ledakan mengejutkan seperti yg mereka duga. Bagaikan gerak lambat, wanita itu melayang di udara, cakar nya seperti jari-jari yang menempel dan meraih tongkat api hitam.

Kulit seputih saljunya tiba-tiba kehilangan warna, begitu pucat bahkan hampir transparan.

Dibelakang wanita itu, terlihat seperti pusaran setan tanpa dasar berputar-putar di bawah warna malam, hendak menelan dirinya dengan senyum mengerikan.

Dia menjerit sedih ke langit, kemudian terhempas ke udara, berubah menjadi sosok putih dan akhirnya lolos dari hantu seperti cahaya hijau. Dia mendarat cukup jauh.

Lalu, ia dengan cepat berbalik dengan terkejut, wajahnya terheran heran, menatap pemuda itu, dan tongkat apinya yang sedang berputar-putar di udara.

Di kejauhan, Tonni tersentak dan berbisik: "Esper yg Sangat kuat,  ini apa kakek?"

Dia bertanya dua kali, menyadari bahwa Tanis Ka tidak menjawab. Dia berbalik ke arahnya, melihat Tanis Ka yang mengerutkan keningnya erat, juga terkejut.

Tonni terkejut, menarik Tanis Ka, dan mengatakan: "Kakek, apa yg terjadi denganmuu"

Tanis Ka menggigil, terbangun dari apa yang baru saja terjadi, wajahnya masih shock. Dia bergumam: "Siapa anak ini, kenapa Jadeon dapat memiliki murid aneh seperti itu?"

Tonni meliriknya, dan mengatakan: "Apa?"

Tanis Ka memandang area kejadian, kemudian mengatakan: "esper Anak itu sangat aneh. Ketika ia memanggil benda itu, energi jahatnya lebih kuat dari energi jahat roh rubah ekor tiga. Seperti sebuah benda jahat, bagaimana ........"

Mulut Tonni terdiam, beralih ke tempat kejadian, tiba-tiba dia menangkap sesuatu dari sudut matanya. Dia berbisik kepada Tanis Ka: "Kakek, lihat wanita itu."

Tanis Ka terkejut, mengikuti ke mana arah Tonni menunjuk, ia melihat gadis bergaun hijau berair,Bilu, diam-diam berdiri di samping. Onara berada dalam pertempuran sengit dengan monster, tetapi Bilu tidak repot-repot untuk menatapnya, matanya cuma tertuju pada Shaw Danon.

Terutama ketika Shaw Danon memanggil tongkat apinya, terlihat canggung, seperti senang, juga seperti khawatir, dan tampak seperti ada keraguan juga. Sulit untuk mengatakan apakah itu sesuatu yang baik atau buruk.

Tanis Ka berkata setelah beberapa kali melirik: "wanita itu suka pada tongkat api, apa yang yatou (Catatan 1) lihat!"

Tonni penasaran: " tongkat api apa?"

Tanis Ka mengatakan: "Anak itu."

Tonni tidak yakin: "Aneh, mengapa dia menyukai anak itu, dan aku tidak bisa melihatnya?"

Tanis Ka memelototinya, hendak mengajarkan pada cucunya, sebuah pelajaran dini. Tapi kemudian dia mendengar sesuatu terjadi, ia dengan cepat berbalik kembali ke tempat kejadian dan mengabaikan Tonni.

Dalam adegan itu, Shaw Danon melihat roh rubah tersentak, kesempatan tersebut tidak bisa dibiarkannya pergi. Dia maju dengan tongkat api nya. Roh rubah ekor tiga mengerutkan kening, wajahnya semakin pucat.

Melihat Shaw Danon menyerangnya, warna malam semakin pekat, angin menjadi lebih cepat, dan di wajah lembut wanita itu, dua alisnya terkunci bersama-sama. Dia berteriak lembut, giok putih bagaikan jari dibentuk seperti pisau, mengiris turun di udara.

"Ah!"

Jeritan tak terduga seperti sebuah jarum menembus ke dalam gendang telinga semua orang.

Tak terhitung cahaya hantu keluar dari hutan gelap. Di belakang wanita itu, gelombang pasang raksasa yang tak terhitung jumlahnya dengan tampilan mengerikan menerkam Shaw Danon.

Dalam sekejap mata, Shaw Danon hampir kewalahan oleh datangnya monster-monster itu.

Catatan 1: Yatou - Sebuah kata tidak sopan untuk memanggil seorang gadis dalam beberapa situasi. Banyak digunakan oleh orang-orang tua untuk memanggil gadis muda. Hal ini juga dapat dipakai untuk pelayan perempuan atau budak.
Sekedar catatan, apa yang Tonni katakan pada akhirnya adalah membayangkan sesuatu ....

2 comments:

Anonymous said...

Seru dan ramai lanjut suhu indri,minta tambah suhu indri untuk weekend... Terima Kasih

Anonymous said...

Dia berkata pelan: "Saya tidak melakukan apa pun padamu, mengapa kau ingin membunuhku?"

makin tak sabar menunggunya, lanjut suheng!!!....