Saturday, December 08, 2012

“Zhu Xian Indonesia - Part V - Chapter 7 - Inferno Mirror Bag. C“


Bagian 5 Bab 7 Cermin Neraka C

Semua orang ketakutan, tetapi pada saat berikutnya, Shaw Danon sudah  menerobos kerumunan hitam para monster dengan tongkat api nya. Ketika cahaya hijau tongkat api lewat, tidak ada monster berani untuk maju, kecuali untuk monster dengan ukuran yang lebih besar, yang lebih kuat, mungkin masih memberikan perlawanan.

Melihat ini, semua orang lebih terkejut. Shaw Danon mengusir dengan kekuatan penuh, hatinya berkata pahit: ini "Death Wand" yang ditempa dengan semangat dan jiwa yang terbakar, berdasarkan atas reaksi para monster, apa yang Wan Ren Wang katakan sebagian besar benar.

Roh rubah ekor tiga melihat meski jumlah monster tak terhitung, mereka tidak bisa menghentikan Shaw Danon, wajahnya menjadi lebih pucat. Pada saat itu, Onara meraung dalam cahaya keemasan agung yang bersinar. Seperti iblis menjinakkan vajra, matanya terbuka lebar, ia bangkit ke udara, dan menusuk tanah lagi dengan benda Shatterer nya.

"Duaar", cahaya keemasan menembak segala arah. Kali ini rentang tanah yang amblas lebih luas, mencapai hampir tiga meter, iblis dihancurkan oleh cahaya emas yang ditembakkan itu, begitu cerah, seperti kilat dan guntur.

Ditengah rengekan monster, banyak yang dulunya mengelilingi Onara telah lenyap, sebagian besar sisanya takut dan pergi.

Onara mendarat di tanah. Setelah tubuh besarnya mendarat, ia mengambil napas berat, jelas menggunakan kekuatan seperti itu mengkonsumsi banyak energi. Tubuhnya kuat seperti semula, ia segera pulih. Meskipun ia masih sedikit kehabisan napas, dia langsung berlari ke arah Shaw Danon dalam sekejap.

Roh rubah-ekor tiga melihat Onara menatapnya dengan mata tajamnya, sementara Shaw Danon berdiri tidak jauh, wanita itu menjejak tanah, ingin melarikan diri ke kegelapan di belakangnya.

Sayang sekali, cahaya putih berkelebat dalam kegelapan, tiba-tiba gelombang bunga putih terbang keluar, keras menembus udara. Roh rubah ekor tiga terkejut dan menahan langkahnya.

Ini adalah wanita muda dengan gaun hijau berair yang berdiri di samping, sekarang dia telah ikut memblokir jalan keluarnya. Salju seperti bunga jatuh datang secara bertahap, berputar-putar di sekelilingnya. Di bawah warna dinginnya bulan, hal itu dibentuk menjadi bunga kecil cantik, tersemat diantara jari-jarinya.

Langkah kaki terdengar datang dari belakang. Roh rubah ekor tiga berbalik dan menemukan Shaw Danon dan Onara telah tiba. Mereka membentuk segitiga, mengelilingi dirinya di tengah.

Monster-monster kecil itu telah pergi, meninggalkan dia sendirian. Dalam kesunyian, dia diam-diam telah berdiri dan terkepung oleh manusia.

Dia sedikit membuka mulutnya, dengan sedikit rasa menyesal, tapi dia tidak bisa mengatakan apa-apa. Meski begitu, keindahan lembut di wajahnya yang cantik tak pernah pudar

Dia menatap Bilu, kemudian di Onara, dan akhirnya, mata selembut airnya, mendarat di wajah Shaw Danon.

Shaw Danon terkesiap.

Wanita itu tidak bergerak, sebaliknya, ia lembut bertanya lagi: "Anak muda, apa yang baru saja Anda lihat dalam sumur, bisakah Anda ceritakan?"

Semua orang kaget. Mereka tidak tahu mengapa iblis itu begitu tertarik pada apa yang Shaw Danon lihat didalam sumur. Shaw Danon tidak berbicara, Onara sudah berteriak: "Saudara Zhang, jangan jatuh ke dalam perangkap nya!"

Shaw Danon mengangguk dan setuju, tetap diam. Dia mengangkat tangannya, siap untuk menyerang.

Roh rubah ekor tiga memandangnya, mendesah pelan.

Shaw Danon tiba-tiba bingung.

Rembulan bersinar lembut seperti air.

Wanita itu menunduk. Bulu mata tipis menutupi mata indah nya.

Udara seperti sekilas berombak.

Lalu, dia mengangkat kepalanya, menaruh tangannya ke dalam bajunya, perlahan-lahan mengambil sesuatu keluar.

Semua orang menatapnya.

Benda itu setengah ukuran kelapa. Berbentuk lingkaran. Di luarnya dikelilingi oleh cincin giok hijau bening, itu bukan barang biasa. Pusat dari cincin giok itu seperti cermin kecil , dengan irisan merah tipis, diukir dengan totem api asing di pusatnya.

Cincin giok mengambil sebagian besar ruang di barang tersebut. Pada kedua sisi cincin giok, masing-masing memiliki selempang merah terikat ke cincin.

Tanis Ka tertegun, benar-benar tertegun. Tonni bisa merasakannya. Kakeknya tidak pernah seperti ini sebelumnya, berdiri di sana seperti kayu.

Lengan kecil Tanis Ka takut dan menarik kakeknya : "Kakek, apa yang terjadi padamu?"

"Bagaimana bisa, bagaimana ini bisa terjadi?" Tanis Ka menyaksikan adegan itu hampa, menatap esper aneh yang berada di tangan Roh rubah ekor tiga, suaranya mengerang :
"Ini jelas benda berharga  paling penting dari Lembah Dupa''
'Cermin Neraka'! Benda 'Yang' dan item aliran lurus dunia, senjata ilahi yang  Lembah Dupa gunakan untuk berperang melawan para iblis selama ribuan tahun. Bagaimana, bagaimana ini bisa sampai di tangan roh rubah? "

Tonni terkejut, tanpa sadar memandang sekilas ke arah cermin neraka, mengatakan: "Apakah ini benar-benar esper kuat?"

Tanis Ka menarik napas panjang, bergumam: "Dunia benar-benar berubah. Seorang murid aliran lurus menggunakan Esper dengan energi jahat yang sangat kuat, dan alat ilahi malah berada di tangan setan!"

"Aaah, saya pikir Anda berseru untuk sesuatu yang menarik!" Tonni berkata dengan nada menghina.

Tanis Ka berkata dengan marah: "Apa katamu?"

Tonni mengatakan: "kata usang itu, kau masih bisa mengatakan itu tanpa memerah. Apa jaman sudah berubah? masih peduli perbedaan baik dan jahat!."

Lidah Tanis Ka terikat, tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.

6 comments:

Anonymous said...

Terima kasih suheng yg telah memberi update berharga dimalam minggu.... lanjutkan lagi....

Anonymous said...

Suhu lg sibuk ya? Kok blm muncul translatenya, Mudah2 lekas selesai kesibukannya dan sehat selalu.

Mei Shen said...

nexttttttttttttttttttttt ^o^

Anonymous said...

Suhu kok belum dilanjutin lagi sakit ya... Semoga Lekas Sembuh...

Anonymous said...

iya nich dah nyut nyutan kepala pengen baca kisah selanjunya, tolong ya nak yang semangat nulisnya.. thanks

"emas indri" said...

mohon maaf semuanya, beberapa hari ini sibuk nyari dan wawancara bag keuangan, dan laporan bulanan sampai hari ini blom balance juga :(

tapi saya usahakan hari ini ada posting baru,
terimakasih atas doanya...