Friday, December 21, 2012

“Zhu Xian Indonesia - Part V - Chapter 9 - Fire Dragon Bag. A“


Bagian 5 Bab 9 Naga Api A

Pada saat itu, tak terhitung mata di kegelapan sedang menatap tiga orang itu dalam terang. Hati shaw Danon terasa menciut. Ia berpaling kepada Bilu dan Onara, menemukan bahwa keduanya tidak terlihat lebih baik darinya. Tampak sepertinya tidak satupun dari mereka pernah ke situasi seperti itu sebelumnya.

Tetapi  makhluk tak terhitung di sekitar mereka tidak melakukan gerakan untuk menyerang mereka. Selain beberapa geraman yang keluar dari harimau bertemperamen buruk, mereka pada dasarnya tidak memiliki keinginan bergerak, hanya diam-diam menonton.

Mereka terus turun. Setelah sekitar empat atau lima meter, Shaw Danon tiba-tiba menemukan jumlah mata yang semakin kurang, namun, rasanya seperti mata itu bertambah lebih besar.

Dia mengerutkan kening, diam-diam semakin dekat ke dinding. Di bawah cahaya tongkat api, seperti yang ia harapkan, jumlah gua di dinding jauh lebih sedikit. Namun, ukuran gua itu setidaknya dua kali lebih besar. Hampir semua gua setinggi manusia. Seperti menyesuaikan, makhluk yang hidup di dalam gua yang lebih besar, jauh lebih agresif. Taring tajam dan cakar, dengan penampilan mengerikan, benar-benar membuat nyali menciut.

Sebuah babi kepala beruang dengan agresif meraung dan mengayunkan cakar ketika Shaw Danon sudah dekat, hampir mengenainya.

Shaw Danon terkejut. Cepat memundurkan esper nya untuk beberapa meter. Bilu dan Onara mendengar suara itu, mereka berdua berbalik kepadanya. Shaw Danon berbisik: "Tampaknya binatang di sini lebih agresif, Kita perlu lebih berhati-hati.."

Bilu dan Onara mengangguk dan menjadi lebih berhati hati.

Selain ketika mereka akan diserang oleh binatang saat mereka merapat didinding, mereka bertiga tidak menerima gangguan lagi. Meskipun binatang tampak agresif, tetapi mereka tidak memiliki kemampuan untuk terbang, oleh karena itu mereka hanya bisa tinggal di gua saja. Sementara Shaw Danon berfokus pada pengendalian terbangnya, ia berpikir, karena para binatang tidak bisa terbang,  bagaimana mereka mendapatkan makanan mereka?

Seperti saat ini, ketiganya menurun untuk beberapa meter. Dari Gua Dark Drake sampai ke sini, mereka berada sekitar seratus yard di bawah tanah. Tapi dari sini, di lubang hitam besar yang menyeramkan ini, kecuali cahaya yang keluar dari mata makhluk-makhluk aneh di sekitar mereka, jalan ini tampak tak berdasar.

Dan itu berbeda dari pengalaman mereka sebelumnya. Dalam jurang yang dalam, mereka tidak merasa dingin, tapi sebaliknya. Suhu di sini jauh lebih tinggi daripada permukaan Gua Dark Drake. Shaw Danon bisa merasakan dia mulai berkeringat. Dan sekeliling mereka masih gelap, tanpa tanda api, sangat canggung.

Onara melajukan espernya perlahan-lahan menurun, ia tiba-tiba Mengutuk: "Ge Laozi (Catatan 1), si serigala sialan, benar-benar dapat menemukan tempat aneh seperti ini untuk dijadikan sarang."

Shaw Danon tidak menanggapi, tapi Bilu terkikik keluar. Tawa itu terdengar jelas dan menyenangkan. Meskipun ia telah merendahkan suaranya, tapi masih bisa didengar di tempat yang tenang itu.


Shaw Danon menatap Bilu. Dalam cahaya putih lembut Heartending Flower, senyum Bilu seperti bunga, kelembutan terisi diantara alisnya. Dia juga dapat merasakannya dan berpaling ke Shaw Danon. Mata mereka bertemu. Hati shaw Danon melonjak dan cepat memalingkan wajahnya.

Mereka terus turun, hal-hal mulai berubah. Gua-gua yang didapati lebih besar, makhluk-makhluk di dalamnya juga lebih besar, dan mencapai ukuran lebih besar dari manusia normal. Tapi mereka bertiga terkejut menemukan bahwa sebagian besar gua telah kosong. Udara segar telah berubah menjadi  sedikit berbau darah.

Mereka saling memandang. Tanda kewaspadaan ada di mata mereka. Namun, ini tidak memperlambat mereka.

Dalam kegelapan tak terbatas di bawah kaki mereka, sesuatu  seperti bintang, atau seperti percikan, telah bersinar.

※ ※ ※

Di atas jurang, Tanis Ka dan Tonni akhirnya tiba di tebing dengan obor dan hati yang gelisah. Melihat tidak ada jalan lain dan jurang yang tak terukur dalamnya, lidah Tanis Ka diikat, tidak bisa mengatakan apa-apa.

Meskipun Tonni telah berkeliling dunia dengan kakeknya sejak muda, toh dia masih kecil, berada di kegelapan ini dan keheningan Gua Dark Drake, dia sedikit takut. Dia melirik ke jurang kemudian segera menyusut kembali, berbisik ke Tanis Ka: "Kakek, apakah Anda punya ide tentang bagaimana caranya pergi ke sana?"

Tanis Ka memutar matanya: "Kita tidak tahu kultivasi, dan tidak mempersiapkan tali, ini benar-benar buruk."

Tonni lega, menepuk dadanya sendiri: "Bagus, bagus."

Tanis Ka melotot padanya: "Bagus apa? mungkin ada gunung emas, perak, batu akik, zamrud menunggu kita di sana... Ini be...be..benar-benar kerugian besar!" Nadanya sangat sedih.

Tonni mendengus, menggigit sedikit lollipop di tangan kanannya, lalu mengatakan: "Gunung emas dan perak? saya akan mengatakan mungkin ada gunung mayat dan tulang menunggu untuk engkau, sekarang karena kita tidak bisa pergi ke sana, kita lebih baik keluar! Jika kita bertemu raksasa atau bahkan dua, ketiga belas turunan murid generasi Anda Guru Jadeon yang terkenal, ini akan membuat nenek moyang Anda kehilangan wajah.. "

Tanis Ka berkata dengan marah: "Omong kosong, bagaimana aku Tanis Ka membuat nenek moyang kehilangan wajah ......."

Sebelum kata-katanya selesai, tiba-tiba angin bertiup dari ketenangan gua  di kegelapan. Dua berkas cahaya berkelebat, dalam sekejap mata, mereka telah tiba di depan mereka.

Catatan 1. Ge Laozi- filosof Tao, umpatan...demi laozi

4 comments:

Anonymous said...

perjalanan mulai menegangkan, lanjut suheng!!!....

Anonymous said...

Suhu.. Terima Kasih... Walaupun dalam kesibukannya tetep mentraslate untuk kita ...lanjut dan lebih diseringin ya suhu .. Heheheh

wauwa said...

thx, makin seru nih ceritanya,, lanjut translate pak..

Anonymous said...

Ku buka2 suhu tak nampak... Akhir tahun ya suhu indri, Mudah2an gak sakit.Jaga Kondisi.