Wednesday, February 06, 2013

“Zhu Xian Indonesia - Part V - Chapter 10 - Strange Beast Bag. A “

Bagian 5 Bab 10 Binatang Aneh A
Tidak lama setelah Bilu dan yang lain pergi untuk mengejar, ditempat gelap yang baru saja dipakai sebuah pertempuran sengit telah kembali senyap. Kemudian jeritan angin terdengar dari atas, cahaya putih dan cahaya hijau turun, mereka berhenti, kemudian laki-laki dan perempuan muncul dari balik cahaya. Mereka adalah Li Su dan Yanon dari Kuil Dupa.
Raut terkejut muncul di wajah tampan Li Su. Dengan bantuan cahaya esper itu, ia memandang sekeliling, dan berkata pada Yanon: "Simei, tidak disangka dalam sarang roh rubah akan ada keajaiban seperti itu."
Wajah Yanon juga menunjukkan rasa takjub, ia mengangguk: ".. Ya, saya belum pernah melihat tempat seperti ini sebelumnya. Banyak binatang aneh di sini yang mungkin tidak pernah dikenal dunia"
Diam sejenak, lalu dia berkata pelan: "... Shixiong, tempat ini jahat, aku takut jalan di depan akan menjadi luar biasa berbahaya. Kita perlu berhati-hati"
Li Su tersenyum ringan, dengan bangga ia berkata: "Hanya memastikan Simei, roh rubah hanya terkultivasi lima ratus tahun. Tidak perlu khawatir!."
Yanon tersenyum:. "Shixiong, dengan bakat yang unggul dan kultivasimu, tentu saja Anda tidak takut pada iblis. Tapi kalau itu enam ekor rubah iblis 'ditambah dengan' tiga-ekor roh rubah ', dengan ribuan tahun telah melakukan kultivasi, mungkin ada sedikit kesulitan. "
Li Su melirik Yanon, tersenyum, tiba-tiba ia berkata: "Simei, meskipun Anda menutupi dengan baik, hati Anda mungkin khawatir tentang Shixiong maju sembarangan kan?"
Bibir Yanon bergerak, ia berkata pelan: "Shixiong, Anda berpikir terlalu jauh."
Li Su melihat sekeliling, dan berkata ringan: "Simei, apakah Anda merasa bahwa suhu dalam jurang agak aneh?"
Yanon mengangguk, mengatakan: "Benar, saat ini benar benar dalam, tapi suhu tampak semakin panas."
Li Su mengatakan: "Ini bukan hanya panas, ini jauh lebih panas dari biasanya. Dalam perjalanan terbang ke sini, Dengan seksama aku melihat ke batu hitam di jurang ini, Aku rasa ini dibentuk oleh magma yang keluar dari semburan ribuan meter dari bawah tanah di jaman kuno. Jurang ini mungkin sebuah kawah gunung berapi! "
"Ah" seru Yanon. Dia segera menyadari: "Anda mengatakan ......"
Li Su melanjutkan: "Benar, itu berarti bahwa roh rubah sengaja memilih kawah gunung berapi ini sebagai sarang mereka. Tiga ratus tahun yang lalu, roh rubah yang berani, nekat, menyerbu tempat Dupa terlarang kami, mencuri barang inferno kami. Tapi penjaga Shangguan Shishu.. segera datang setelah ia mendengar tentang hal itu, dan memamerkan kemampuannya dengan menangkap roh-roh rubah itu. Namun iblis rubah ekor enam dengan licik melarikan diri.. "
Dia tiba-tiba tertawa dingin, lalu melanjutkan:. "Tapi dengan kultivasi yang mendalam Shangguan Shishu, dan esper nya 'Lunar Ice Stinger', yang terbaik dari yang terbaik di dunia, sangat kuat. Saya telah mendengar tentang ini dari tuan lembah kami, meskipun enam- ekor rubah iblis dengan beruntung dapat melarikan diri, nadinya ditikam oleh Shangguan Shishu Lunar Ice Stinger, kultivasinya rusak Selama tiga ratusan tahun, ia tidak mati,. tetapi harusnya sangat menderita, kehilangan semua kultivasinya. Dengan racun es merusak dirinya siang dan. malam, lebih baik untuk mendekat ke tempat "Yang" dan tempat terpanas untuk mengurangi rasa sakit. "
Yanon tersenyum: "Jadi itu berarti  rubah iblis ekor enam  yang paling mungkin berada dalam jurang. Shixiong Anda bisa berpikir begitu jauh ke depan, Simei benar-benar kagum.."
Tanda sedikit kebanggaan muncul kembali di wajah Li Su, ia berkata:. "Kita adalah murid-murid Dupa, untuk kebaikan faksi kita, kita tidak bisa membiarkan faksi kita kehilangan wajah mereka. Kali ini kami hanya berharap langit akan memberkati kita, kembali barang kepada pemiliknya, mengembalikan benda suci, dan setan menerima pembalasan. "
Yanon tersenyum tanpa berkata apa-apa. Li Su melirik padanya,lalu mengatakan: "Mari kita pergi."
Yanon mengangguk. Kedua sosok itu berubah menjadi cahaya sekali lagi, cepat-cepat pergi ke bawah ke dalam kegelapan.
? ? ?
Shaw Danon memegang tongkat api dengan tangan kanannya, sementara tubuhnya yang tertangkap oleh tentakel raksasa. Dia hampir bisa mendengar suara  tulangnya retak. Tidak ada tempat di tubuhnya yang tidak memiliki rasa sakit. Dan dibawa ke bawah tanah oleh tentakel raksasa dalam kecepatan tinggi, wajahnya tertusuk oleh angin, bintang terbang di depan matanya, otaknya kacau, adegan mengerikan terus berkedip dalam pikirannya.
Panjang tentakel itu mengejutkan. Setelah ia ditarik ke bawah sekitar lima yard (satu yard di Cina sebenarnya sama dengan sepuluh meter, cukup panjang), dengan cahaya lemah dalam kekacauan, Shaw Danon melihat dia telah mencapai bagian bawah jurang. Tidak ada kehidupan di sekitar, hanya gua besar didepan. Sepuluh meter tingginya, tujuh atau delapan meter lebarnya, dan itu gelap gulita, tidak bisa melihat apapun di sana.
Tentakel besar itu berasal dari raksasa dalam gua. Sekarang rasanya raksasa itu bahkan tampak lebih besar,
Shaw Danon terayun oleh tentakel raksasa di udara dankemudian melihat dirinya ditarik ke dalam gua. Tetapi pada saat itu, cahaya hantu berkelebat di pintu masuk gua, roh rubah yg telah lama menghilang muncul kembali dengan Cermin Neraka.
Dia mengangkat kepalanya, melihat Shaw Danon tertangkap erat oleh tentakel raksasa, tanpa daya untuk melawan. Nafsu membunuh berkelebat melewati wajah lembutnya dan hendak berbalik ke gua dan berbicara. Tapi kemudian ia berpikir tentang sesuatu, tiba-tiba ia berhenti, berbalik menatap Shaw Danon yang berjuang melepaskan diri tapi tak efektif. Dia menghela napas, berkata pelan: "Melihat reaksi Anda ketika Anda melihat ke Sumur Bulan, Anda juga seseorang dengan rasa cinta. Aku Biarkan Anda hidup.."
Lalu, ia mengangkat Cermin Inferno di tangannya, bersinar di gua, dan pada saat yang sama, ia melolong aneh seperti rubah liar.
Setelah beberapa saat, tampak seperti sedang menerima perintah, tentakel besar cepat menyusut ke dalam gua. Shaw Danon ditarik ke dalam kegelapan. Dia tidak bisa lagi melihat cahaya. Dia tiba-tiba merasa bau darah mengelilinginya. Permukaan tentakel yang menangkapnya sangat licin, tapi itu bisa menangkapnya begitu ketat sampai sampai ia tidak bisa bergerak.
Pada saat yang sama, Roh rubah mendengar angin berkesiur. Dia mengangkat kepalanya dan melihat dua berkas cahaya, emas dan putih, yang datang menyerang. Dia tertawa dingin, kemudian kembali ke dalam gua, gua bersinar dengan Cermin Inferno lagi, dan ia melolong serupa tadi.
Dua berkas cahaya itu adalah Onara dan Bilu. Mereka senang bahwa mereka menjebak roh rubah ekor tiga. Tapi saat melihat tidak ada Shaw Danon, Bilu khawatir. Sebelum mereka bisa stabil sendiri, roh rubahmembuat gerakan, angin kencang bergemuruh di gua raksasa. Itu adalah tentakel raksasa yang lain, menyerang kearah mereka.
? ? ?
Shaw Danon terjebak dalam kegelapan. Dia ditarik lebih dalam oleh tentakel itu. Dalam perjalanannya, ia terus menumbuk dinding batu, ditambah beberapa kali putaran. Meskipun itu tidak menghancurkan kepalanya, kotoran yang menempel tidak dapat dihindari. Tapi di tempat gelap seperti itu, toh tidak ada yang bisa melihatnya.
Hal ini berlanjut untuk beberapa saat. Bau darah di udara semakin menusuk. Tapi sekitarnya gelap gulita, tanpa sorotan cahaya, tidak ada cara hingga dia bisa melihat sekitarnya. Tapi untungnya, meskipun tentakel raksasa masih menangkapnya erat, roh rubah tampaknya memberi perintah untuk tidak menyakiti Shaw Danon. Tentakel tidak menangkapnya semakinketat, ini memungkinkan Shaw Danon untuk tetap bernafas.
Akhirnya, tentakel raksasa itu berhenti di tempat yang gelap gulita. Tidak lagi bergerak, tapi masih memegang Shaw Danon erat.
Shaw Danon menarik napas dalam. Dia masih shock.
Kegelapan di depannya tampak tak ada habisnya.
Shaw Danon tiba-tiba merasa ada raksasa luar biasa besar duduk dalam kegelapan di depannya. Memikirkan itu, keringat dingin mengisi seluruh tubuhnya.
Dalam gua kuno, seperti tidak pernah ada cahaya masuk ke sini sejak waktu kuno, itu gelap seperti tinta. Tapi dunia yang tidak dikenal ini, telah membawa manusia dalam perasaan paling kuno mereka, ketakutan terdalam.

No comments: