Monday, January 07, 2013

“Zhu Xian Indonesia - Part V - Chapter 9 - Fire Dragon Bag. C“


Bagian 5 Bab 9 Fire Dragon C

Mereka bertiga terkejut, mereka menjadi pucat, terutama Bilu.

Dalam kegelapan, kegelapan tanpa dasar, mungkin ada hal yang lebih mengerikan yang bersembunyi.

Setelah beberapa saat, Onara terbatuk, hendak berbicara, tapi mata tajam Bilu melihat sesuatu, dengan cepat berteriak: " Di bawah sana, hati-hati!"

Shaw Danon dan Onara terkejut lagi, dengan cepat menunduk. Dalam kegelapan di bawah mereka, api menyala, hanya dalam satu detik suhu ruang sekitarnya naik tiba-tiba. Api semakin besar, setelah angin kencang dan gelombang panas, karena semakin dekat, mereka bisa melihat dengan jelas apa itu. Mereka benar benar kawatir. Itu adalah naga api, yg berteriak ke langit, mengisi udara dengan kemarahan dari jurang bawah tanah.

Munculnya naga api itu sangat mirip dengan naga api yang dipanggil dengan Cermin Neraka oleh roh rubah. Tapi naga api ini jauh lebih unggul daripada naga api sebelumnya baik dalam hal ukuran maupun kekuatan.

Meskipun mereka memiliki pertanyaan ini, saat ini bukan saatnya untuk bertanya. Naga mengerikan dan gelombang panas itu akan tiba di depan mereka, tak terbendung. Mereka buru-buru berpisah dengan esper mereka, dan menghindari serangan.

Lampu esper bersinar, melindungi pemiliknya. Tapi naga itu terlalu kuat, segera menekan aura esper ini. Shaw Danon dan lain-lain didorong kembali oleh gelombang panas raksasa. Sesaat kemudian, mereka menabrak di dinding.

Efek kuat yang disebabkan oleh naga dengan mengangkat mereka ke udara sangat mengejutkan. Shaw Danon kembali menumbuk dinding dengan keras, begitu menyakitkan sampai sampai matanya menjadi gelap sejenak. Tapi dia cukup beruntung, setelah ia sadar kembali, ia melihat tubuh besar Onara jatuh tepat ke sebuah gua. Dan sialnya, raungan binatang segera keluar dari gua.

Shaw Danon terkejut, dan hendak bergegas ke depan untuk membantu. Tapi Onara berteriak, kemudian beberapa pukulan terdengar dari dalam gua, cahaya emas berkelebat, kemudian sesosok tubuh besar terlempar keluar. Itu seekor binatang dengan tampang aneh. Dari tampilannya itu, bahkan jika ia masih hidup, itu tidak akan berlangsung lama.

Shaw Danon merasa lega. Benaknya berpikir bahwa Onara nama yang tepat, ia benar-benar lebih dari pada batu! (Onara, Shi-tuo ......, berarti batu dalam bahasa Cina)

Dan pada saat itu, naga naik dan berputar dalam lingkaran, kemudian turun deras seperti badai ganas.

Serangan dari ketinggian ke tempat rendah membuat lebih kuat tenaganya. Shaw Danon mengertakkan giginya, dia merapal mantera. Dia segera bergeser satu meter ke samping dan menghindari naga mengerikan itu. Tangan kanannya menunjuk, tongkat api ditembakkan di leher naga.

Sang naga mengerang, api itu membuat matanya membalik, dan tubuh  besar bagian kirinya terangkat, menghentikan cahaya hijau dari tongkat api. Wajah shaw Danon memucat. Dia bisa merasakan gelombang panas membara datang kearahnya, tapi yang dia bisa lakukan sekarang adalah berjuang untuk bertahan.

Sebuah teriakan lembut dikeluarkan. Dalam jurang di bawah cahaya membakar dari naga, sosok hijau berair berkelebat. Bilu mengambang di gaun hijau berair-nya. Flower Heartendingnya memancar dengan cahaya putih. Hujan bunga memenuhi langit, mendarat di kepala naga.

"Auuumm ......" Dalam api yg mengamuk, naga mengeluarkan erangan yang lain. Cakar kanannya terayun, segera hujan bunga putih didorong balik tiga meter jauhnya. Namun Shaw Danon dan Bilu menggabungkan kekuatan mereka, dengan cepat menekan naga api  satu depa jauhnya, dan bertemu Onara yang baru saja bergegas keluar dari gua.

Onara melihat Shaw Danon dan Bilu terlibat dalam perkelahian sengit dengan naga besar. Mereka dikelilingi oleh api, meskipun mereka memiliki perlindungan dari esper mereka, wajah mereka memerah.

Mata Onara terbuka lebar, melompat ke udara dan menyilangkan kaki di udara. Kedua tangannya mengangkat benda Shatterer. Cahaya emas mencerah, Gada berduri seluruhnya hampir transparan dengan cahaya emas. Onara sendiri berdiri khidmat, seperti seorang biarawan Buddha.

Mata Onara tiba-tiba dibuka, seperti penuh tenaga, vajra aliran lurus, ia berubah menjadi cahaya emas kilat, menembus udara. Dalam ledakan keras, Shatterer seluruhnya masuk ke dinding dengan keras. Seketika, awalnya batu sekeras baja rusak dalam dalam, di area hampir empat meter.

Pembuluh darah menonjol di wajah Onara, hampir ke tingkat menakutkan. Noda darah tipis keluar dari mulutnya, tapi Shatterer bersinar dengan cahaya emas menyilaukan. Dia berteriak, cahaya emas berkontraksi, membentuk cahaya emas yang besar, ditembakkan ke arah kepala naga.

Kekuatan serangan ini tidak kecil, itu adalah gabungan semua kekuatan dalam tubuh Onara itu. Meskipun naga itu sangat sengit, tapi dipukul di kepala, dan ditambah serangan gabungan dari Shaw Danon dan Bilu, naga mengeluarkan jeritan panjang, jeritan yang mengejutkan bumi. Pada akhirnya, itu tidak bisa bertahan dan dengan cepat jatuh ke dalam kegelapan.

Setelah pukulan ini berhasil, tubuh Onara bergoyang. Wajahnya memerah, hampir jatuh. Untungnya Shaw Danon melihat tampilan yang tidak biasa dari Onara, ia segera bergegas ke sisinya dan menangkapnya, Onara kemudian mampu untuk berdiri ditubuhnya dengan stabil.

Sebelum mereka mendapat kesempatan untuk menarik nafas, Bilu berteriak dari atas. Dia bergegas ke bawah. Shaw Danon merasa ngeri ketika ia melihat setan seperti tentakel besar telah kembali. Kali ini binatang itu menghantam dua dari mereka dari atas kepala mereka.

Angin menembus wajah mereka. Napas Onara belum pulih kembali, Shaw Danon tidak siap, ketika mereka akan mati di bawah tentakel besar itu, sosok Bilu muncul di hadapan Shaw Danon. Heartending Flower di tangannya berubah menjadi enam bunga, mengitari bunga yang terletak di tengah. Setiap bunga terhubung dengan cahaya putih murni, dan terlihat seperti roda putih. Shaw Danon ingat bahwa Bilu menggunakannya ketika dia membela diri melawan abyssal Viper dibawah Forsaken Abyss.

Sudah jelas bahwa makhluk tak dikenal dalam kegelapan adalah terisi dengan kekuatan luar biasa mirip seperti di abyssal Viper. Meskipun itu tidak sekuat Viper abyssal, serangannya tidak segera menghancurkan roda putih seperti abyssal Viper saat itu, tubuh Bilu itu tergetar hebat, ia didorong ke bawah dan akan segera ditelan oleh kegelapan tak berujung.

Hentakan berdering di otak Shaw Danon, api muncul di matanya. Dengan kekuatan yang datang dari tempat yang tidak diketahui, tanpa berpikir, ia meninggalkan Onara, cepat terbang ke bawah. Cahaya hijau dari tongkat apinya mencerah, dengan cepat ia menangkap tentakel besar mengerikan itu dan Bilu.

Bilu berjuang, tekanan yang diterimanya seberat gunung. Ketika dia hendak kehilangan kontrol, ia tiba-tiba menemukan Shaw Danon muncul di sampingnya, ia berteriak dengan terkejut: "Pergi ......"

Sebelum dia bisa menyelesaikan, Shaw Danon sudah menyerang ke depannya dengan tongkat api, dengan keras memukul pada tentakel besar yang terletak dibawah Bilu. Di daerah di mana tongkat api menghantam tentakel, itu seoalh berhenti tumbuh. Kulit mulus berubah kering seketika.

Tentakel segera mundur karena sakit. Tekanan itu pergi dari Bilu. Dia melihat Shaw Danon datang menyelamatkannya dengan ceroboh, ia senang, tapi juga khawatir. Namun, sebelum dia bisa berbicara, wajahnya berubah pucat lagi.

Tentakel besar muncul kembali dalam kegelapan. Kali ini diam-diam merayap di bawah Shaw Danon. Shaw Danon tidak menyadari, ia tertangkap oleh tentakel raksasa, ditarik ke dalam kegelapan.

Bilu dan Onara ketakutan. Tanpa berbicara, mereka mengejar.